<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099</id><updated>2012-02-16T01:45:55.032-08:00</updated><category term='POLITIK'/><category term='ISLAM'/><title type='text'>Antara Pena Dan Pedang</title><subtitle type='html'>Karya-Karya Kita Yang Ingin Disampaikan......</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7342800148871299707</id><published>2009-05-29T13:39:00.000-07:00</published><updated>2009-05-29T13:43:43.859-07:00</updated><title type='text'>Belajar Konsep Bantuan Hukum dari Afrika Selatan</title><content type='html'>Written by pengacara online&lt;br /&gt;Thursday, 30 April 2009 07:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Afrika Selatan, negara menggelontorkan dana yang cukup besar untuk bantuan hukum. Negara tersebut juga memiliki UU khusus yang mengatur bantuan hukum. Dua hal itu yang belum dimiliki Indonesia saat ini.&lt;br /&gt;Sejumlah petinggi dan pengacara publik lembaga bantuan hukum di Jakarta terlihat antusias mendengarkan ceramah Robin Palmer. Profesor hukum lulusan Universitas Sussex Inggris itu menuturkan sistem bantuan hukum yang ada di Afrika Selatan. Mulai dari peraturan perundang-undangan yang mengaturnya sampai peran negara dalam menciptakan lembaga bantuan hukum yang bertaji dan independen. Legal Aid Board (Lembaga Bantuan Hukum) Afrika Selatan memang dianggap sukses dalam menjalankan fungsinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Palmer mengutarakan dua poin penting keberhasilan Afrika Selatan. Pertama, peran negara yang tak pelit menganggarkan dana untuk keperluan bantuan hukum. “Negara memberikan dana yang tak sedikit untuk Legal Aid Board,” tuturnya. Kedua, jaminan peraturan perundang-undangan terhadap lembaga bantuan hukum. “Tahun 1996, diluncurkan revisi UU Bantuan Hukum,” tuturnya. Dalam UU itu dijelaskan mekanisme dan peran utama negara dalam mendanai kegiatan Legal Aid Board (LAB) namun tetap mengedepankan independensi lembaga itu.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Konsep Legal Aid Board di Afsel pun lumayan unik. Ketuanya dipegang oleh salah seorang hakim agung. Kriteria siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan hukum pun sudah ditentukan. “Yang penghasilan gabungan suami-istri di bawah 250 USD per bulan,” ujarnya membacakan salah satu ketentuan UU tersebut. Penghasilan tersebut menjadi tolak ukur miskin atau tidaknya seseorang di Afsel.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Calon Presiden Afsel terkuat saat ini Jacob Zuma merupakan salah satu tokoh penting yang pernah merasakan nikmatnya bantuan hukum dari LAB itu. Zuma yang harus berjuang dari tuduhan korupsi dari lawan politik selama sekitar enam tahun itu akhirnya bebas dari segala tuntutan. Sempat terselip pertanyaan apakah Zuma masuk ke dalam kategori fakir miskin, Palmer buru-buru mengklarifikasi. “Saat itu Zuma memang tak punya uang sama sekali,” ujarnya. Artinya, angka penghasilan 250 USD per bulan itu merupakan harga mati. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Palmer juga menjelaskan mekanisme kerja LAB dalam menjalankan fungsinya. Ada tiga mekanisme yang digunakan. Pertama, dengan menyebarkan justice center atau pusat keadilan ke seluruh negeri. “Ada 59 justice center yang tersebar di negara bagian-negara bagian,” ujarnya. Di tiap kantor tersebut, ada sejumlah pengacara publik yang menjaga 'kandang'. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kedua, dengan menerapkan metode judicare. Palmer menegaskan judicare akan membantu perkara-perkara yang tak bisa ditangani oleh justice center. “LAB akan merekrut pengacara-pengacara profesional yang memiliki keahlian di bidang-bidang hukum tertentu,” ujarnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan cara kerja yang ketiga adalah dengan membangun kerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta Klinik Hukum Universitas untuk mendidik orang miskin menjadi sadar hukum. “Misalnya dengan menggelar seminar atau pelatihan,” ujarnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Advokat Alenxander Lay terlihat antusias terhadap pemaparan Palmer ini. Maklum saja, Alex -sapaan akrabnya- merupakan salah seorang advokat yang ditunjuk oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) untuk merancang konsep bantuan hukum di kalangan pengacara. Diterbitkannya PP No. 83 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma memang mengharuskan organisasi advokat menyediakan atau membentuk unit kerja khusus yang menangani bantuan hukum cuma-cuma. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alex sempat berdiskusi dengan Palmer seputar kondisi bantuan hukum oleh advokat di Indonesia pasca keluarnya PP tersebut. Di satu sisi diwajibkan, namun di sisi lain negara tak mengeluarkan anggaran sama sekali. “Ini perbedaan yang signifikan antara Indonesia dengan Afsel,” ujarnya. Karenanya, ia meminta saran Palmer untuk menyikapi hal ini.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Palmer terlihat geleng-geleng kepala. Bagaimana mungkin negara mewajibkan bantuan hukum cuma-cuma kepada advokat tanpa memberikan dana sepeser pun. “Dalam teori, menangani perkara probono mungkin ideal. Tapi secara praktek tidak,” ujarnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di Afsel, aturan semacam ini juga pernah digelontorkan. Kala itu, para advokat menolak kewajiban itu. “Kenapa hanya advokat yang diwajibkan probono? Mengapa profesi lain seperti dokter, akuntan, arsitek dll tak diwajibkan aturan yang sama,” jelasnya menceritakan salah satu argumen yang digunakan oleh para advokat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun, Alex tak mau mengambil langkah yang sama dengan para advokat Afsel itu. “Mungkin karena advokat merupakan profesi yang mulia,” tuturnya. Profesi advokat memang digelari dengan sebagai officium nobile atau profesi yang mulia dan terhormat. Karenanya, bersama advokat lain yang ditunjuk Peradi, ia berjanji akan memikirkan alternatif lain untuk menjalankan PP itu meski tanpa bantuan dana dari pemerintah.     &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;UU Bantuan Hukum &lt;br /&gt;Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jakarta Asfinawati menilai pelajaran yang diambil dari praktek yang berjalan di Afsel adalah perlunya UU Bantuan Hukum di Indonesia. Menurutnya, bila Afsel mengatur bantuan hukum di dalam konstitusinya, Indonesia justru hanya mengaturnya di dalam PP. “Di bawah UU Advokat,” ujarnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Asfin, demikian ia disapa, UU Bantuan Hukum masih diperlukan meski PP Bantuan Hukum sudah diterbitkan. “Biarkan advokat memainkan perannya di dalam PP itu,” ujarnya. Namun, ia menebak peran advokat tak akan maksimal dalam menangani perkara probono. “Makanya negara perlu UU Bantuan Hukum agar LBH juga bisa berperan seperti LAB di Afsel,” ujarnya.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam UU Bantuan Hukum kelak, Asfin menilai akan muncul pengaturan-pengaturan teknis yang selama ini belum ada, seperti siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan hukum dan lain-lain. Ia mengungkapkan LBH Jakarta pernah menyusun RUU Bantuan Hukum. DI sana disebutkan yang berhak menerima bantuan hukum adalah orang yang terancam hukuman berat seperti seumur hidup dan miskin. “Kategori miskinnya perlu kita pikirkan lagi,” ujarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;sumber: www.hukumonline.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7342800148871299707?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7342800148871299707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/belajar-konsep-bantuan-hukum-dari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7342800148871299707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7342800148871299707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/belajar-konsep-bantuan-hukum-dari.html' title='Belajar Konsep Bantuan Hukum dari Afrika Selatan'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5595572766882168253</id><published>2009-05-24T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-24T05:50:07.667-07:00</updated><title type='text'>Indonesia at the Crossroads (Sigh) Again</title><content type='html'>Written by Our Correspondent (kiriman ke email ku)&lt;br /&gt;Friday, 24 October 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A defining struggle breaks out between a reformer and the king&lt;br /&gt;of the country's old guard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In one direction beckons people like Sri Mulyani Indrawati, the&lt;br /&gt;country's finance minister. Clean, capable, she's the anti-politician&lt;br /&gt;Indonesians love and who foreign investors can't stop talking about.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barely a month passes without Mulyani winning some sort of&lt;br /&gt;global gong; this month she's Euromoney Magazine's Finance Minister of&lt;br /&gt;the Year - for the second time. At 46, Mulyani symbolises the&lt;br /&gt;Indonesia that is possible, one that works properly, a competent&lt;br /&gt;resourceful Indonesia that wants to prosper away from the chronic&lt;br /&gt;corruption and cronyism that pollutes from the country's grubby past.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gesturing the other way is the tendency represented by Aburizal&lt;br /&gt;Bakrie, Indonesia's richest man (or at least he was until markets&lt;br /&gt;melted down). He sits with Mulyani in President Susilo Bambang&lt;br /&gt;Yudhoyono's cabinet, somewhat perversely as the minister primarily&lt;br /&gt;responsible for Indonesia's poor, the Co-Ordinating Minister for&lt;br /&gt;People's Welfare. Garrulous, oleaginous and a virtual law unto&lt;br /&gt;himself, the 62 year-old Bakrie is a holdover from the Suharto era,&lt;br /&gt;when the extent of one's fortune tended to be determined by one's&lt;br /&gt;proximity to the kleptator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakrie is the patriarch of the resources-to- telecoms Bakrie&lt;br /&gt;Brothers group, Indonesia's biggest corporate entity. He's in the&lt;br /&gt;cabinet because he and his colleagues at Kadin, Indonesia's&lt;br /&gt;crony-heavy chamber of commerce, helped SBY's 2004 tilt at the&lt;br /&gt;presidency, along with South Sulawesi's wealthy patron Jusuf Kalla and&lt;br /&gt;the backing of Suharto's old fief, Golkar, now a Bakrie-Kalla domain.&lt;br /&gt;The vice-presidency was Kalla's payoff while Bakrie became Minister&lt;br /&gt;for the Economy. Foxes and henhouses, warned horrified Indonesians at&lt;br /&gt;the time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A decade after the fall of Suharto, Mulyani speaks for the new&lt;br /&gt;Indonesia, where government business is transacted cleanly,&lt;br /&gt;transparently and democratically. She is regarded as fearless,&lt;br /&gt;overhauling two of the most corrupt and inefficient institutions in&lt;br /&gt;Indonesia; customs and the tax office. At the customs office, she&lt;br /&gt;removed 1,500 staff and replaced them with 800 new officers, paying&lt;br /&gt;them several times more while warning that if they took backhanders&lt;br /&gt;justice would be swift and harsh. Efficiency was improved but vested&lt;br /&gt;interests who liked getting their goods nodded through - for a 'fine'&lt;br /&gt;of course - were not pleased.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakrie is old Indonesia, operating in the shadows. Now the two&lt;br /&gt;of them seem to be on a collision course. Jakarta has been agog with&lt;br /&gt;their gathering feud since the financial crisis from the US subprime&lt;br /&gt;meltdown started rippling through Indonesia. The Bakrie group has been&lt;br /&gt;a victim of the growing economic crisis. Most of the listed component&lt;br /&gt;companies have spent more time suspended from stock exchange trading&lt;br /&gt;than having their shares transacted. Last week, the Indonesian&lt;br /&gt;government allowed state-owned companies to buy into stricken Bakrie&lt;br /&gt;companies, which are facing share price-linked loan defaults. It looks&lt;br /&gt;suspiciously like a bailout, the third Bakrie will have enjoyed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyani wasn't pleased. "I am the Finance Minister, my job is to&lt;br /&gt;protect the state fund," she reportedly told Kadin. "Companies have a&lt;br /&gt;job to protect their own financial affairs. If they fail, it is their&lt;br /&gt;fault and they deserve to go bust."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This week the feud broke out all over the Indonesian media. On&lt;br /&gt;Wednesday, the Jakarta Post led with the story "Efforts Seen to Unseat&lt;br /&gt;Sri Mulyani."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The rub was in the second paragraph; "Efforts to topple the&lt;br /&gt;'iron lady' intensified after she turned down requests from a major&lt;br /&gt;conglomerate for government assistance in saving its business empire&lt;br /&gt;in the wake of the global financial meltdown, sources said." Bakrie&lt;br /&gt;wasn't named but no other "major conglomerate" has been requesting&lt;br /&gt;government assistance in recent times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Thursday, the government was forced to deny that the cabinet&lt;br /&gt;was "cracking." The paper also reported a Wednesday meeting at VP&lt;br /&gt;Kalla's office on the crisis facing the Bakrie group. It was attended&lt;br /&gt;by Kalla, Mulyani, central bank governor Boediono and Aburizal Bakrie,&lt;br /&gt;who has long insisted that he has no day-to-day involvement in the&lt;br /&gt;business affairs of his family's empire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The dilemma is a delicate one for SBY. The economy is fragile in&lt;br /&gt;the jittery global environment and he needs an internationally trusted&lt;br /&gt;figure like Mulyani to help salve foreign investors. A career&lt;br /&gt;technocrat, Mulyani has no domestic political muscle to speak of. With&lt;br /&gt;the election coming up next April, SBY needs Bakrie - or at least&lt;br /&gt;someone with his resources - but does not necessarily want him, for&lt;br /&gt;all that he represents.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But Bakrie isn't as rich as he used to be, and will be even&lt;br /&gt;poorer if his empire, the basis of his political power, fails. The&lt;br /&gt;Bakrie Group isn't a Fannie Mae or AIG but a failure of such a big&lt;br /&gt;corporate entity could ripple into a wider Indonesian economy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There was also the matter of PT Lapindo Brantas, the&lt;br /&gt;Bakrie-owned gas company whose disastrous gas well blowout in East&lt;br /&gt;Java kicked off a mud volcano that so far has displaced 75,000&lt;br /&gt;villagers from their homes and turned into the country's biggest&lt;br /&gt;environmental disaster. Lapindo Brantas claims the rupture was caused&lt;br /&gt;by a distant earthquake fault. The government may have held its nose,&lt;br /&gt;but although Bakrie has so far paid out Rp4 trillion to the displaced&lt;br /&gt;villagers, Jakarta has assumed responsibility for cleaning up the&lt;br /&gt;disaster and the Environment Ministry even awarded Lapindo Brantas its&lt;br /&gt;"Oscar" for complying with safety and environmental standards.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The gulf between Mulyani and Bakrie was evidenced when Suharto&lt;br /&gt;died in January. A stream of deathbed wellwishers made their way to&lt;br /&gt;the Suharto compound on Jalan Cendana to bid the old tyrant farewell.&lt;br /&gt;Aburizal Bakrie was prominent among them. Sri Mulyani wasn't. The&lt;br /&gt;Bakrie family got rich in the Suharto era. Mulyani was an academic,&lt;br /&gt;and later represented Indonesia at the IMF, hardly the most popular&lt;br /&gt;multilateral agency in Indonesia after its handling of the mid-1990s&lt;br /&gt;financial crisis, when Suharto fell. Her own nationalism has been&lt;br /&gt;called into question because of her stint with the IMF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakrie's feud with Mulyani comes as SBY pulls ahead in opinion&lt;br /&gt;polls from former President Megawati Sukarnoputri. But it also comes&lt;br /&gt;as Parliament debates how much electoral support presidential&lt;br /&gt;aspirants will need to allow their candidacy. Bakrie's Golkar and&lt;br /&gt;Megawati's PDI-P dominate Parliament. SBY's Democrat Party does not.&lt;br /&gt;Golkar and PDI-P could push through whatever deal they concoct. But&lt;br /&gt;Golkar's problem is that no one in its leadership ranks is very&lt;br /&gt;popular. And the Indonesian electorate seem to be wising up to&lt;br /&gt;Megawati, a gormless shopaholic who seems to think a famous family&lt;br /&gt;name is birthright enough for a second term.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Where this all goes is hard to predict. A rising force is the&lt;br /&gt;Islamist Prosperous Justice Party, the Partai Keadilan Sejahtera, or&lt;br /&gt;PKS, which speaks for 10-15 percent of the population and is gathering&lt;br /&gt;more support on its mosque-based anti-corruption platform. The PKS is&lt;br /&gt;behind the recent anti-pornography bill, which has divided this&lt;br /&gt;secular nation. SBY has a sprinkle of religious parties represented in&lt;br /&gt;his Cabinet, and could draw closer to the PKS if Parliament makes&lt;br /&gt;odious rules on candidacy qualifications.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the road ahead is next April's presidential election. SBY&lt;br /&gt;wants another five-year term, and so does Megawati, whose first stint&lt;br /&gt;in the Istana Merdeka from 2001-04 was hardly electric. Indonesia&lt;br /&gt;descended to near the bottom of Transparency International' s graft&lt;br /&gt;league table, while bomb-happy Islamists threatened to transform&lt;br /&gt;Indonesia into Afghanistan East.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SBY won a landslide in 2004 campaigning to rid of both terrorism&lt;br /&gt;and corruption. The terror part he has largely succeeded with. Abu&lt;br /&gt;Bakr Bashir's Jemaah Islamiah movement and its imitators have been&lt;br /&gt;largely neutralised, many of their adherents turned. Radical madrassas&lt;br /&gt;have been shut down or neutered, in what is the most telling success&lt;br /&gt;of the SBY era.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5595572766882168253?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5595572766882168253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/indonesia-at-crossroads-sigh-again.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5595572766882168253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5595572766882168253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/indonesia-at-crossroads-sigh-again.html' title='Indonesia at the Crossroads (Sigh) Again'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-872071546620488492</id><published>2009-05-22T22:19:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T13:23:57.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='POLITIK'/><title type='text'>KUDA PRABOWO &amp; RUMAH DUNIA</title><content type='html'>KUDA PRABOWO &amp; RUMAH DUNIA&lt;br /&gt;Oleh: Udo Yamin Majdi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini (Rabu, 20 Mei 2009) Kompas.com memberitakan bahwa cawapres Prabowo Subianto mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yang nmembuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,7 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan binatang peliharaan sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar, atau Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar, sementara tiga kuda milik Prabowo mencapai harga Rp 3 miliar per ekor. "Kuda itu harganya Rp 3 miliar per ekor. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kuda semahal itu. Bahkan, mungkin termahal di Asia," ungkap Emon, karyawan Nusantara Polo Club saat ditemui Persda Network di Jagorawi Golf and Country Club (JGCC), Bogor, Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang salah dengan berita itu. Namun, serasa ada sembilu yang merobek-robek hati saya, ketika saya teringat dengan postingan Gola Gong di beberapa milis, terutama milis Rumah Dunia. Dalam postingan itu, Gola Gong minta bantuan sebab ingin memperlebar wilayah Rumah Dunia dengan membeli lahan di samping timurnya seluas 2873 meter persegi. Harga tanah Rp 250.000,-/M2, sehingga dana yang dibutuhkan adalah: 2873 x Rp 250.000,- = Rp 718.250.000, - (Tujuh Ratus Delapan Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Sejak pembuatan proposal tanggal 20 April 2009 hingga tanggal 17 Mei 2009, baru terkumpul dana untuk membeli seluas 473 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Probowo melelang seekor kudanya, lalu hasil jual tersebut dia berikan untuk Rumah Dunia, maka sepertiga uang itu sudah dapat membeli tanah dan dua pertiga lagi untuk membangun fasilitas —WC Umum, Kios Seni, Kios Jajanan Kampung, Lapangan Basket Mini, Gedung Kesenian, Panggung Terbuka, Gedung Perpustakaan, dan Kantor Sekretariat— di atasnya. Mungkinkah Prabowo mau melakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai unta masuk lubang jarum, kecil kemungkinan Prabowo akan melakukannya.&lt;br /&gt;Mengapa saya pesimis seperti ini? Sebab, saya sudah terlalui sering disuguhkan dengan ironi dan sikap para power elite —istilah ini berasal dari C. Wright Mills yang mengatakan bahwa dalam masyarakat ada kelompok penguasa yang menguasai alat-alat produksi dan politik, sedangkan di bawah ada massa yang dikuasai oleh elite itu kurang berpihak kepada rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Probowo dan Gola Gong potret keironian bangsa Indonesia. Probowo sebagai elit memiliki kekayaan melimpah ruah, sedangkan Gola Gong, jangankan untuk membeli tanah seluas 2873 m persegi itu, untuk biaya berobat saja, beliau harus bekerja keras dulu menulis, baru ada uang. Saya tidak menggugat kekayaan Probowo sebagaimana saya tidak mempermasalah kemiskinan Gola Gong.&lt;br /&gt;Kaya dan miskin, dua hal yang wajar dan natural. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran yang melarang menjadi orang kaya (aghniya). Al-Quran juga tidak menyalahkan kemiskinan; kesenjangan natural atau kesenjangan alamiah, Al-Quran menyebutnya dengan istilah adh-dhu'afa. Dalam Al-Quran disebutkan bahwa Allah melebihkan seseorang di atas yang lain (baca: QS. Al-An'am [6]: 165). Dan Islam memberikan solusi hubungan antara orang kaya dan miskin harmonis, dengan cara zakat, shadaqah, dan infaq bagi orang kaya dan menahan diri dari minta-minta bagi orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi masalah adalah ketidakadilan. Mengapa tidak adil? Betapa tidak, 80% kekayaan di muka bumi ini berputar hanya pada kalangan konglomerat berjumlah 20%. Begitu juga di Indonesia. Padahal dalam Al-Quran surat At-Taubah [9]:34-35 ada larangan untuk mengedarkan kekayaan hanya di kalangan orang kaya saja. Terjadilah apa yang tersebut dalam lirik lagu Rhoma Irama: Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Kemiskinan ini bukan lagi natural lagi, melainkan kemiskinan yang disengaja, atau kesenjangan struktural. Dalam Al-Quran menyebutnya dengan istilah&lt;br /&gt;mustadh'afin (orang tertindas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka miskin, bukan karena perbedaan pengetahuan, motivasi, keterampilan, lokasi, dan mementum, melainkan mereka secara sengaja "dimiskinkan" atau dibiarkan tetap miskin oleh sebuah sistim dan kebijakan. Mereka bukan tidak mau meningkatkan tarap hidup, melainkan mereka secara sistimatis tidak diberi peluang oleh pemerintah untuk melakukannya. Bantuan, kemudahan, dan peluang itu tidak berpihak kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Gola Gong termasuk diantara mereka itu. Dalam bukunya, MENGGENGGAM DUNIA: Bukuku, Hatiku (Dar Mizan, 2006), Gola Gong menceritakan bahwa beliau sejak kecil bercita-cita menjadi guru seperti kedua orang tuanya, namun kandas gara-gara rezim Soeharto banyak membuat peraturan yang mendiskriditkan orang cacat. Karena tangan kiri beliau diamputasi hingga siku, Gola Gong tidak diberi kesempatan menjadi guru, dan akhirnya menjadi penulis. Dalam Pengantar Penulis di buku itu, Gola Gong menuturkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku menjadi penulis karena perlakukan diskriminasi dari pemerintah, karena tubuhku cacat. Menulislah, satu jenis pekerjaan, yang tidak pernah meminta persyaratan tentang seseorang harus tidak cacat atau cacat" (hal. 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan power elite --dalam konteks Indonesia, elite politik dan elite bisnis bertanggungjawab atas terjadinya kesenjangan struktural itu. Konon, sejak zaman Yunani kuno hingga kini yang sering menguasai negara adalah militer dan/atau orang kaya. Sampai Allah mengabadikan kisah (baca QS. Al-Baqarah [2]: 246-252) pengangkatan Thalut sebagai pemimpin, terjadilah dialog antara pemuka Bani Israil dengan nabi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki- Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah [2]: 247)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita perhatikan, siapakah capres dan cawapres Pemilu 2009? Bukankah&lt;br /&gt;mereka adalah orang-orang kaya, sehingga KPK perlu memeriksa "kekayaan", bukan "harta" mereka? Sayangnya, KPK hanya mengklarifikasi jumlah kekayaan, asal muasal kekayaan. Coba, kalau KPK memakai pertanyaan Allah di akhirat nanti, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis: Tidak bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sebelum ditanya empat perkara; 1) tentang umurnya digunakan untuk apa, 2) tentang masa muda dihabiskan untuk apa, 3) TENTANG HARTA DARI MANA IA DAPATKAN DAN UNTUK APA IA GUNAKAN; dan 4) tentang ilmu sudahkah diamalkan." (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah KPK bertanya kepada para capres dan cawapres itu: untuk apa kekayaan Anda selama ini? Mungkin diantara mereka ada yang kebingungan, sebab kalau mereka jujur mereka akan malu, dengan jawaban ini: "Saya pergunakan untuk kampanye, meraih kekuasaan dan kalau udah berkuasa, saya pakai untuk mempertahankan kekuasaan!" Sudah menjadi rahasia umum para politisi itu jor-joran mengeluarkan uang untuk kampanye, misalnya hanya beberapa menit di televisi tapi menghabiskan ratusan juta. Bahkan, sebelum Pileg yang lalu, ada politisi mengeluarkan uang satu milyar hanya untuk kampanye 15 menit di sebuah tempat. Luar biasa bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka berani mengeluarkan uang sebanyak itu? Silahkan Anda tanya langsung kepada mereka! Yang pasti, saya bisa memahami mengapa mereka tidak mau membantu program seperti yang dilakukan oleh Gola Gong, sebab secara politis dan bisnis, membantu Rumah dunia tidak menguntungkan. Berbeda dengan membantu ormas yang memiliki massa banyak. Hanya orang yang murni berbuat baik, yang bisa membantu Rumah Dunia. Sebab, mereka sadar betul dengan firman Allah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. " (QS. Ali Imran [3]: 92)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapkah Probowo menginfaqkan satu kuda saja dari 84 kuda yang dia cintai itu&lt;br /&gt;untuk Rumah Dunia? Siapkah capres dan cawapres lainnya itu melakukan hal yang sama? Jika tidak, jangan salahkan saya --mungkin juga jutaan rakyat Indonesia-- bila saya mengalami --apa yang disebut oleh almarhum Kuntowijoyo- - legitimation crisis, yaitu hilangnya kepercayaan bahwa kaum elite akan mengurusi massa. Jangan salahkan pula, jika kami berpikir bahwa ada persekongkolan antara elite politik dan elite bisnis untuk menguasai rakyat. Sekali lagi jangan salahkan saya, bila saya tidak percaya lagi dengan sila ke-5 Pancasila: :Keadilan bagi SELURUH rakyat Indonesia. Dan&lt;br /&gt;mohon ma'af bila saya berubah pikiran, tadinya saya tidak setuju dengan Golput, akan Golput manakala calon pemimpin itu tidak berpihak pada rakyat&lt;br /&gt;miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih membuat hati saya terluka adalah setelah LAZ berhasil menyejahtrakan sebagian rakyat miskin, tiba-tiba terdengar berita bahwa pemerintah akan membuat undang-undang berisikan bahwa hanya pemerintah saja yang mengurus zakat, sedangkan masyarakat tidak boleh mengelolanya. Lucu bukan, mereka alergi dengan syari'at Islam dan sering mengatakan urusan agama adalah privacy, namun giliran tentang pengelola zakat dan haji mereka begitu bersemangat bahwa itu tugas mereka? Dan di manakah nurani kita, jika kita lebih mendahulukan membeli binatang seharga 3 milyar dibandingkan membantu orang-orang yang dengan tulus untuk membantu mencerdaskan bangsa lewat dunia kepenulisan dan perbukuan? Nah, menurut Anda, penting manakah&lt;br /&gt;antara Kuda Prabowo dengan Rumah Dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tafahna El-Asyraf Mesir, 20 Mei 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ======&lt;br /&gt;Tulisan ini saya buat tanpa bermaksud mencemarkan nama seseorang atau&lt;br /&gt;memprovokasi orang lain untuk membenci pemerintah atau ajakan Golput,&lt;br /&gt;melainkan saya tulis sebagai "curhat" sekaligus renungan bersama untuk&lt;br /&gt;memperbaiki bangsa Indonesia dengan cara apapun, tidak hanya lewat politik.&lt;br /&gt;Dan salah satu caranya adalah membantu orang-orang yang ingin mencerdaskan&lt;br /&gt;bangsa seperti yang dilakukan oleh Gola Gong dengan Rumah Dunianya. Bagi&lt;br /&gt;siapa saja yang merasa tertarik membantu Rumah Dunia, silahkan** KLIK DI&lt;br /&gt;SINI!* &lt;http://udoyamin. multiply. com/journal/ item/147&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ========= =========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*WORD SMART CENTER* adalah sebuah komunitas --online, offline, dan onair--&lt;br /&gt;tempat belajar mengasah kecerdasan dalam berbahasa baik berbicara,&lt;br /&gt;mendengar, membaca, dan menulis dan bercita-cita membangun Indonesia Cerdas;&lt;br /&gt;Indonesia Mandiri; dan Indonesia Kreatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi siapa saja berminat belajar mengasah kecerdasan berbahasa dan menjadi&lt;br /&gt;bagian dari pecinta buku, silahkan bergabung di milis wordsmartcenter@ yahoogroups. com, atau kirim e-mail ke wordsmartcenter@ ..., nanti kami invite.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;Dinda MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pojokan Plangi SkyDinning&lt;br /&gt;Plaza Semanggi Lt. 10&lt;br /&gt;Nonton Bareng Final Liga Champion&lt;br /&gt;@ Plangi Sky Dinning&lt;br /&gt;The Plaza Semanggi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-872071546620488492?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/872071546620488492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kuda-prabowo-rumah-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/872071546620488492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/872071546620488492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kuda-prabowo-rumah-dunia.html' title='KUDA PRABOWO &amp; RUMAH DUNIA'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1684983751353389985</id><published>2009-05-22T11:58:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>10 WASIAT IMAM HASAN AL-BANNA</title><content type='html'>1. Bangunlah segera untuk melakukan shalat apabila mendengar Adzan walau bagaimana pun keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Baca, telaah, dan dengarkanlah Al-Qur'an atau dzikirlah kepada Allah dan jangan engkau senang menghambur-hamburkan waktumu dalam masalah yang tidak ada manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bersungguh-sungguhlah untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab dengan fasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan memperbanyak perdebatan dalam berbagai bidang pembicaraan sebab hal ini semata-mata tidak akan mendatangkan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan banyak tertawa sebab hati yang selalu berkomunikasi dengan Allah (dzikir) adalah tenang dan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan bergurau, karena ummat yang berjihad tidak berbuat kecuali dengan bersungguh-sungguh terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan mengeraskan suara diatas suara yang diperlukan pendengar, karena hal ini akan mengganggu dan menyakiti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jauhilah dari membicarakan kejelekan orang lain atau melukainya dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berta'aruflah dengan saudaramu yang kalian temui walaupun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah kita adalah cinta dan ta'awun (kerja sama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pekerjaan Rumah kita sebenarnya lebih bertumpuk dari pada waktu yang tersedia, maka tolonglah selainmu untuk memanfaatkan waktunya dan apabila kalian mempunyai sesuatu keperluan maka sederhanakanlah dan percepatlah untuk diselesaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1684983751353389985?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1684983751353389985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/10-wasiat-imam-hasan-al-banna.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1684983751353389985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1684983751353389985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/10-wasiat-imam-hasan-al-banna.html' title='10 WASIAT IMAM HASAN AL-BANNA'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-2226836118221699216</id><published>2009-05-22T11:56:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:57:45.896-07:00</updated><title type='text'>Anti Pencucian Uang</title><content type='html'>Pencucian uang merupakan upaya untuk mengaburkan atau menyembunyikan asal-usul uang/harta hasil kejahatan sehingga seolah-olah menjadi uang/harta yang sah. Dampak dari aktifitas pencucian uang ini begitu terasa pada kita semua. Korupsi, secara signifikan menambah kemisikinan pada masyarakat serta menurunkan tingkat kesejahteraan yang ada. Begitu juga dengan maraknya peredaran narkoba, langsung atau tidak membuat kita merana. Pastilah diantara sanak saudara, atau orang-orang yang kita kasihi menjadi korban dari penggunaan narkotika secara illegal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejahatan-kejahatan lain, seperti kejahatan di bidang perbankan, kejahatan di bidang pasar modal, kejahatan dibidang perpajakan dan lainnya juga membawa dampak yang kuat bagi tatanan perekonomian bangsa. Begitu pula dengan kejahatan dibidang kehutanan, aktifitas pembalakan hutan secara liar mengakibatkan ketidakstabilan ekosistem hutan yang telah menimbulkan berbagai bencana alam di berbagai daerah di Indonesia. Kisah tragis atas bencana yang terjadi hampir menyebar di seluruh pelosok negeri. Selain di Pulau Jawa, banjir dan tanah longsor terjadi juga di Aceh, Sematera Utara, Riau, Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan. Belum usai derita banjir habis, disusul pula bencana kekeringan yang menyapu banyak wilayah Pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan yang mengakibatkan gagal panen. Tragedi itu masih berlanjut dengan kebakaran hutan yang berimplikasi pada terserangnya banyak penduduk akan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), macetnya transportasi udara akibat kabut udara dan mandeknya roda kehidupan karena daerahnya gelap oleh asap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua situasi ini membutuhkan perhatian dan tindakan yang serius dari kita semua : pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat untuk dapat mencegah dan memberantas pelaku kejahatan yang ada. Salah satu pendekatan yang afektif adalah dengan menggunakan formula Undang-undang Nomor 15 Tahun 2002 sebagaiman telah diubah dengan Undang-Undang No.25 Tahun 2003 ( UU TPPU). Lewat pendekatan ini, tidak hanya secara phisik para pelaku dapat dideteksi, tapi juga harta kekayaan dari hasil-hasil tindak pidana tersebut diatas dapat di lacak. Dalam konsep tindak pidana pencucian uang, hal yang utama dikejar adalah uang atau harta kekayaan yang diperoleh dari hasil kejahatan, dengan alasan. Pertama, bila mengejar pelakunya lebih sulit dan berisiko. Kedua, bila dibandingkan dengan mengejar pelaku akan lebih mudah dengan mengejar hasil dari kejahatan. Ketiga, hasil kejahatan merupakan darah yang menghidupi tindak pidana itu sendiri (live bloods of the crime). Bila hasil kejahatan ini dikejar, dan disita untuk negara dengan sendirinya akan mengurangi tindak kejahatan itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modus atau tipologi pencucian uang di Indonesia, akan saya gambarkan satu persatu nantinya. Ini yang pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pengalihan dana dari rekening giro milik instansi pemerintah ke rekening tabungan a/n pribadi pejabat, seperti Bendaharawan Kantor Dinas Daerah/ Pemda melakukan penarikan dana dengan cek dari rekening a/n Dinas Daerah/Pemda. Selanjutnya dana hasil pencairan disetorkan ke rekening a/n pribadi Bendahara/Pejabat Kantor Dinas dimaksud. Beberapa modus yang diketahui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Memperoleh bunga bank. Mentransfer dana dari Kas Daerah menggunakan rekening Pribadi dalam tempo singkat dana ditransfer kembali ke rekening Kas Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Memotong sebagian. Mentransfer dana Kas Daerah ke rekening pribadi untuk kemudian mentransfer kembali sebagian dana ke Kas Daerah sehingga diperoleh selisih untuk kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Mengambil keseluruhan. Dana dari Kas Daerah ditransfer ke rekening tertentu, kemudian dipergunakan untuk kepentingan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Menggunakan beberapa nama pihak lain untuk menerima pentransferan dana yang berasal dari Kas Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Laporan Semester I Tahun 2008 PPATK&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-2226836118221699216?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/2226836118221699216/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/anti-pencucian-uang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2226836118221699216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2226836118221699216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/anti-pencucian-uang.html' title='Anti Pencucian Uang'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5510965770388699952</id><published>2009-05-22T11:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:56:05.344-07:00</updated><title type='text'>Salah Satu Modus Penerimaan Gratifikasi oleh PNS</title><content type='html'>Transaksi di Luar Profile Nasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AB seorang pegawai disalah satu instansi pemerintah, pada bulan April 2007, melakukan penyetoran dana ke rekeningnya di Bank Z dalam bentuk valuta asing senilai USD 500.000 (Rp 4,5 M). Dana tersebut selanjutnya dipindahkan ke beberapa rekening milik istri, teman kerja dan seorang wanita berprofesi pemandu lagu. Transaksi setoran valas tersebut dinilai tidak wajar dan tidak sesuai dengan profil AB selaku pegawai disalah satu instansi pemerintah. Bank Z melaporkan transaski tersebut kepada otoritas berwenang. Berdasarkan analisis otoritas berwenang diindikasikan adanya unsur tindak pidana sehingga diteruskan kepada pihak penyidik untuk proses investigasi lebih lanjut. Sesuai hasil penyidikan diketahui bahwa dana yang disetorkan oleh AB ke rekeningnya di Bank Z berasal dari pemberian (gratifikasi) PT X karena AB telah membantu melakukan mark down (mengurangi) penerimaan pajak dari setoran PT X ke negara senilai Rp 70 M pada tahun 2007. Kasus ini telah dilimpahkan ke pengadilan dan Majelis Hakim telah menjatuhkan vonis 8 (delapan) tahun penjara terhadap AB karena terbukti telah melakukan TPPU dari hasil gratifikasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5510965770388699952?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5510965770388699952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/salah-satu-modus-penerimaan-gratifikasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5510965770388699952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5510965770388699952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/salah-satu-modus-penerimaan-gratifikasi.html' title='Salah Satu Modus Penerimaan Gratifikasi oleh PNS'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-9051100212109218471</id><published>2009-05-22T11:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:51:15.217-07:00</updated><title type='text'>WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTAGORB%7E1.S%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTAGORB%7E1.S%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CTAGORB%7E1.S%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts; 	mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;(Composed by Michael Heart)&lt;br /&gt;Copyright 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A blinding flash of white light&lt;br /&gt;Lit up the sky over &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; background-attachment: scroll;" id="lw_1243017985_1"&gt;Gaza&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; tonight&lt;br /&gt;People running for cover&lt;br /&gt;Not knowing whether they're dead or alive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They came with their tanks and their planes&lt;br /&gt;With ravaging fiery flames&lt;br /&gt;And nothing remains&lt;br /&gt;Just a voice rising up in the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1243017985_2"&gt;Women and children&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; alike&lt;br /&gt;Murdered and massacred night after night&lt;br /&gt;While the so-called leaders of countries afar&lt;br /&gt;Debated on who's wrong or right&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But their powerless words were in vain&lt;br /&gt;And the bombs fell down like acid rain&lt;br /&gt;But through the tears and the blood and the pain&lt;br /&gt;You can still hear that voice through the smoky haze&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In the night, without a fight&lt;br /&gt;You can burn up our mosques and our homes and our schools&lt;br /&gt;But our spirit will never die&lt;br /&gt;We will not go down&lt;br /&gt;In Gaza tonight&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-9051100212109218471?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/9051100212109218471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/we-will-not-go-down-song-for-gaza.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/9051100212109218471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/9051100212109218471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/we-will-not-go-down-song-for-gaza.html' title='WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-3681171158912007789</id><published>2009-05-22T11:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>KEKUATAN SEDEKAH</title><content type='html'>Dari sebuah hadist Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ahmad ra dikisahkan: Ketika Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Kemudian Allah pun menciptkan gunung, dengan kekuatan yang telah diberikan kepada gunung ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran akan penciptaan gunung tersebut, dan bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada gunung?" Allah menjawab, "Ada, yaitu besi'. Para malaikat bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada besi?" Allah swt menjawab, "Ada, yaitu api". Kemudian para malaikat bertanya kembali, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat daripada api?" Allah pun menjawab, "Ada, yaitu air". "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" tanya para malaikat kembali. Allah pun menjawab, "Ada, yaitu angin". Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?" Allah Yang Maha Agung menjawab, "Ada, yaitu amal anak cucu Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-3681171158912007789?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/3681171158912007789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kekuatan-sedekah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/3681171158912007789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/3681171158912007789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kekuatan-sedekah.html' title='KEKUATAN SEDEKAH'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-919242985974524728</id><published>2009-05-22T11:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:45:26.588-07:00</updated><title type='text'>Pancaran Energi Cita-cita</title><content type='html'>Setiap kita pasti mempunyai cita-cita. Meskipun itu hanya lintasan-lintasan dalam benak hati atau letupan-letupan dari ide-ide kreatif yang bersarang dalam pikiran. Cita-cita muncul dari keinginan-keinginan atau harapan-harapan yang belum bisa terpenuhi pada saat itu juga. Ia hanya sebatas impian-impian yang belum nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita merupakan bahan bakar dalam melakukan berbagai aktivitas. Seorang pelajar dengan adanya cita-cita menjadi termotivasi dalam belajar. Guru menjadi lebih bergairah dalam memberikan pengajaran. Pedagang menjadi lebih bersemangat mencari rezeki. Seorang karyawan senantiasa terpacu untuk bekerja secara profesional. Atau apapun diri kita dalam kehidupan sehari-hari akan senantiasa tampil lebih baik, wajah tampak berseri dan memancarkan sinar kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya hidup ini menjadi hampa bila tak ada cita-cita. Pelajar menjadi malas dalam belajar, datang ke sekolah hanya setor muka. Ia tak pernah memperhatikan dengan baik penjelasan dari gurunya. Terkadang lebih sering mengajak rekannya mengobrol, keluar masuk kelas. Saat-saat tertentu berbuat onar dan kegaduhan ketika tak ada guru yang mengawasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang lainnya. Bila tak pernah bercita-cita ingin menjadi lebih baik dari hari ke hari maka selamanya takkan ada perubahan yang berarti. Bahkan bisa jadi kehidupannya akan lebih buruk dan semakin sangat memprihatinkan serta memberatkan orang-orang yang ada disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keyakinan terhadap cita-cita yang menghunjam ke dasar lubuk hati akan memancarkan suatu energi yang teramat dahsyat yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Energi itu akan menuntun seseorang dalam mewujudkan apa-apa yang menjadi keinginannya. Semakin kuat keyakinan seseorang maka energi itu akan semakin bertambah besar. Kekuatan energi tersebut akan mampu menghadapi berbagai halangan maupun rintangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat-saat tertentu kitapun pernah membuktikan bagaimana energi cita-cita itu terpancar kuat dalam diri kita. Panasnya matahari yang membakar takkan mampu menyurutkan langkah kita bila ingin mewujudkan cita-cita kita tersebut. Hujan yang lebat dan hawa dingin yang menusuk tulang menjadi sangat menyegarkan dan menyejukkan. Kesulitan-kesulitan dalam hidup menjadi terasa lebih mudah. Indah sekali pancaran dari energi cita-cita itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-919242985974524728?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/919242985974524728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/pancaran-energi-cita-cita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/919242985974524728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/919242985974524728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/pancaran-energi-cita-cita.html' title='Pancaran Energi Cita-cita'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-237473564822896255</id><published>2009-05-22T11:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:34:08.313-07:00</updated><title type='text'>FACEBOOK PROBLEMS</title><content type='html'>Jakarta - Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban \'impersonation\'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya di sebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus \'impersonation\'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelesaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan \'flag blog\', dengan pilihan \'impersonation\' . Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut \"hanya\" diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Jangan sembarangan \'add friend\' atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah \"mutual friends\" antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit \"mutual friends\"-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima \"pertemanan\" yang \"mutual friends\"-nya cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita \"banci tagging\", tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa \"keadaan sekeliling\". Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita \"untag\" diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian \'impersonation\', untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-237473564822896255?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/237473564822896255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/facebook-problems.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/237473564822896255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/237473564822896255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/facebook-problems.html' title='FACEBOOK PROBLEMS'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5178274476284713833</id><published>2009-05-22T11:16:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T11:31:35.907-07:00</updated><title type='text'>Beli aja, kasihan...</title><content type='html'>"'Di... coba lihat, itu yang di depan menawarkan apa...?" Mamah meminta saya untuk memeriksa ketika terdengar seseorang menjajakan sesuatu di depan rumah. Saya pun segera beranjak ke depan, lalu bertanya kepada si bapak di depan, apa yang dijualnya. Setelah itu kembali ke dalam rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"'Mah... Bapak itu menawarkan gula merah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, si Bapak yang itu... Beli tiga bungkus," kata Mamah. Mamah sepertinya sudah hapal dengan si bapak penjual itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mamah, kita kan masih ada gula merah. Kemarin Adi lihat masih ada beberapa bungkus di dapur," ujar saya. Di rumah saya memang memanggil nama diri sendiri ketika bercakap-cakap dengan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beli aja, 'Di, kasihan... Si Bapak sedang panas terik begini ke sana ke mari menawar-nawarkan dagangannya. Mungkin belum ada yang beli..."&lt;br /&gt;Mamah tetap meminta saya membelinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya meskipun saya masih bertanya-tanya dengan cara berpikir Mamah, saya pun ke depan lagi dan membeli tiga bungkus gula seperti Mamah minta. Mamah juga sempat ke depan dan menyapa si bapak penjual gula, sambil menawarkan air untuk minum. Bapak penjual gula berterima kasih, tapi dia memilih segera pergi untuk kembali menjajakan gulanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari hujan turun begitu lebatnya, kilat sambar menyambar.&lt;br /&gt;“Di, kamu punya uang berapa sekarang?” terdengar suara mamah mengagetkan.&lt;br /&gt;“Apa ma?”&lt;br /&gt;“Kamu punya uang berapa sekarang?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun saya belum memahami benar pertanyaan mamah, saya tetap beranjak dari ruang TV ke kamar untuk mengambil uang tiga puluhan ribu, dan dengan segera memberikan ke mamah. Saya masih bertanya tanya dalam hati, buat apa mamah minjam uang dalam keadaan hujan lebat begini, tidak mungkin mamah mau pergi ke warung atau supermarket terdekat dalam keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mamah minjam duit ini dulu ya, nanti malam setelah papa pulang mamah akan ganti”&lt;br /&gt;Saya cuma mengangguk pelan, dengan penasaran saya mengikuti mamah keteras depan dan “Subhanallah..” ternyata disana ada seorang kakek tua dengan pakaian yang basah kuyup sedang menyeruput kopi panas, disampingnya ada pisang goreng yang juga masih hangat, Saya ingat mamah memang tadi menggoreng pisang dan membuat kopi. Saya cuma memperhatikan mamah berbicara dengan bapak tua itu, ternyata bapak itu berjualan lemari kecil setinggi kira-kira 1 meter dengan cat yang masih kasar dan papan yang kurang rata. Dan mamah ternyata membelinya, Saya sempat mendengar harga lemari itu Rp. 75.000,- dan mamah membelinya tanpa menawar.&lt;br /&gt;“Di, tolong bawa lemari ini”&lt;br /&gt;Saya dengan cekatan membawa lemari itu kedalam, didalam ruangan saya sempat bertanya buat apa lemari ini dan taruh dimana. Bukankah kita sudah punya banyak lemari, saya rasa barang ini tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mamah dengan tersenyum menjawab, “Kasihan bapak itu, Dia datang dari bogor berjalan kaki keliling, dan belum ada yang beli, Dia cape mana kehujanan lagi..”&lt;br /&gt;Saya diam saja, memang begitulah sifat mamah saya, dan ini bukan yang kedua atau ketiga, sudah sering mamah seperti ini, jadi saya sedikit maklum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di atas tertanam kuat pada benak saya. Perlu beberapa lama untuk menyerap dan memahami dorongan kejiwaan apa yang ada di lubuk hati Mamah, untuk membeli barang yang sebetulnya tidak dibutuhkannya. Pembelian yang semata didasarkan pada rasa kasihan kepada penjual itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendengar Mamah di masa anak-anaknya sudah mesti membantu Abah dan Embah (panggilan saya kepada Kakek dan Nenek yang sekarang sudah tiada) dengan berjualan. Barangkali tempaan kehidupan seperti itu termasuk bagian yang membentuk jiwa yang lembut menyayangi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... saya jadi malu. Mungkin secara keilmuan saya lebih tahu daripada Mamah tentang arti al-itsar atau mendahulukan orang lain daripada diri sendiri. Satu kondisi puncak seseorang dalam membuktikan persaudaraan dalam keimanan; Barangkali saya lebih tahu juga sifat Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan tak pernah menolak seseorang yang meminta sesuatu kepada beliau. Kalau perlu beliau membantu dengan meminjam dahulu kepada orang lain. Barangkali juga saya lebih hafal ayat "dan barangsiapa dipelihara dari kekikiran jiwanya, maka merekalah orang-orang yang beruntung" (QS. al-Hasyr:9). Akan tetapi hikmah itu rupanya lebih dahulu dimiliki Mamah. Ah... ternyata rasionalitas yang ada di kepala saya amat tipis perbedaannya dengan sikap tidak ber-empati kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sekarang saya masih terus mendidik jiwa untuk semakin meresapi indahnya bersikap dermawan. Dan juga Sikap memberikan sesuatu kepada orang dengan maksud membahagiakan orang tersebut tanpa meminta imbalan, Sikap ini juga yang coba saya bagi kepada isteri dan anak-anak. Atau mungkin malah isteri saya yang lebih dahulu menangkap hikmah ini dan saya belajar darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keluarga, seorang ayah, ibu dan empat orang anak, mampir di sebuah rumah makan pada perjalanan pulang mudik lebaran. Suasana pulang mudik mudah terlihat dari isi mobil mereka. Berbagai oleh-oleh dari orang tua memenuhi mobil mulai peuyeum ketan, opak sampai 3 karung beras yang dipanen dari beberapa petak sawah orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah suasana makan nampak seorang bapak tua menghampiri meja makan mereka. Bapak itu membawa wadah besi ukuran satu liter yang biasa dipakai para penjual beras di pasar. Bapak itu pun menawarkan berasnya untuk dibeli, seraya menyebutkan kualitas berasnya bagus dan tidah mahal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beras Cianjur asli, Pak...?" tanya ayah empat orang anak itu setelah menghentikan suapan-suapan makannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sumuhun, Cep...," jawab si bapak membenarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gimana 'Bu...?" Si ayah mengalihkan pandangannya kepada isterinya. Si isteri menjawab tatapan mata suaminya dengan penuh pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak, punten dibungkus lima kilo, nya." Si isteri langsung menyampaikan pesanan pembelian kepada si bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hatur nuhun, Neng. Bapak bawa beras dan timbangannya ke sini ya...?" kata bapak penjual beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teu kedah, Pak. Ditimbang di tempat Bapak aja. Nanti beras yang sudah ditimbangnya dibawa ke sini," giliran si ayah menimpali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak di keluarga itu memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan orang tua mereka. Barangkali di benak mereka ada keheranan, mengapa ayah dan ibu membeli beras, sementara di mobil ada 3 karung beras dari kakek mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Ramadhan 1427&lt;br /&gt;By:Yudi Priyantoro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5178274476284713833?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5178274476284713833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/beli-aja-kasihan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5178274476284713833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5178274476284713833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/beli-aja-kasihan.html' title='Beli aja, kasihan...'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5993452854264101240</id><published>2009-05-22T10:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T10:14:44.782-07:00</updated><title type='text'>SIAPA YANG PENCURI? AKU ATAU DIA?</title><content type='html'>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Ia terbenam dalam bukunya, tetapi kebetulan ia melihat,bahwa lelaki disebelahnya,dengan begitu berani , mengambil satu kue dari kantong yang terletak di antara mereka, ia mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam,sementara si "Pencuri Kue" yang pemberani menghabiskan persediaannya.Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu . Berpikir," kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia ! ". Setiap kali ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tawa gugup, si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya,sementara ia makan yang separonya lagi. Si wanita pun merebut kue itu dan berpikir, " Ya ampun, Orang ini berani sekali, dan ia juga kasar, malah, ia tidak kelihatan berterima kasih !". Belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang, menolak untuk menoleh pada si "Pencuri tak tahu terima kasih"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia naik pesawat dan duduk di kursinya, lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya. Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget. Di situ ada kantung kuenya, di depan matanya ! "Kok milikku ada di sini," erangnya dengan patah hati, "Jadi Kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi!" terlambat untuk minta maaf, ia tersandar dengan sedih. Bahwa sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih, dan dialah si pencuri kue itu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya teringat dalam hidup ini kisah pencuri kue ini sering terjadi. Kita selalu sering berprasangka. Dan kita selalu terlalu sering melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri. Dan tak jarang kita sering berprasangka buruk. Oranglah yang kasar, oranglah yang tak tahu diri, oranglah yang berdosa, oranglah yang salah, oranglah yang kurang beriman, oranglah yang munafik, oranglah yang mencuri. Padahal kita yang mencuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betapa seringnya kita mengatakan sesuatu itu adalah milik kita, padahal kalau di renungkan semua yang diatas bumi ini adalah milik Allah. Dan betapa seringnya kita mencuri Milik Allah ? Maka Tuhan memberi peringatan pada kita melalui Al-Quran. "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga." (QS. 10:66)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. 49:12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh : Faisal Yusuf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5993452854264101240?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5993452854264101240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/siapa-yang-pencuri-aku-atau-dia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5993452854264101240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5993452854264101240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/siapa-yang-pencuri-aku-atau-dia.html' title='SIAPA YANG PENCURI? AKU ATAU DIA?'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8929233126705322447</id><published>2009-05-22T10:07:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T10:08:54.583-07:00</updated><title type='text'>Nasehat dari "Gurindam Dua Belas"</title><content type='html'>Barang siapa tiada memegang agama,&lt;br /&gt;sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal yang empat,&lt;br /&gt;maka ia itulah orang ma'rifat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal Allah,&lt;br /&gt;suruh dan tengahnya tiada ia menyalah.&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal diri,&lt;br /&gt;maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal dunia,&lt;br /&gt;tahulah ia barang yang terperdaya.&lt;br /&gt;Barang siapa mengenal akhirat,&lt;br /&gt;tahulah ia dunia melarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Raja Ali Haji)&lt;br /&gt;Republika, 19/04/09&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8929233126705322447?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8929233126705322447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/nasehat-dari-gurindam-dua-belas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8929233126705322447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8929233126705322447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/nasehat-dari-gurindam-dua-belas.html' title='Nasehat dari &quot;Gurindam Dua Belas&quot;'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8758385690741970218</id><published>2009-05-22T10:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:46:57.306-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>AMAL</title><content type='html'>Yang saya maksud dengan amal (aktivitas) adalah bahwa ia merupakan buah dari ilmu dan keikhlasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghailb dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan,"' (At-Taubah: 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tingkatan amal yang dituntut dari seorang akh yang tulus adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perbaikan diri sendiri, sehingga ia menjadi orang yang kuat fisiknya, kokoh akhlaknya, luas wawasannya, mampu mencari penghidupan, selamat aqidahnya, benar ibadahnya, pejuang bagi dirinya sendiri, penuh perhatian akan waktunya, rapi urusannya, dan bermanfaat bagi orang lain. Itu semua harus dimiliki oleh masingmasing akh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pembentukan keluarga muslim, yaitu dengan mengkondisikan keluarga agar menghargai fikrahnya, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas kehidupan rumah tangganya, memilih istri yang baik dan menjelaskan kepadanya hak dan kewajibannya, mendidik anak-anak dan pembantunya dengan didikan yang baik, serta membimbing mereka dengan prinsip-prinsip Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bimbingan masyarakat, yakni dengan menyebarkan dakwah, memerangi perilaku yang kotor dan munkar, mendukung perilaku utama, amar ma'ruf, bersegera mengerjakan kebaikan, menggiring opini umum untuk memahami fikrah islamiyah dan mencelup praktek kehidupan dengannya terus-menerus. Itu semua adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap akh sebagai pribadi, juga kewajiban bagi&lt;br /&gt;jamaah sebagai institusi yang dinamis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pembebasan tanah air dari setiap penguasa. asing -non-Islam- baik secara politik, ekonomi, maupun moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Memperbaiki keadaan pemerintah, sehingga menjadi pemerintah Islam yang baik. Dengan begitu ia dapat memainkan perannya sebagai pelayan umat dan pekerja yang bekerja demi kemaslahatan mereka. pemerintah Islam adalah pemerintah yang anggotanya terdiri dari kaum muslimin yang menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, tidak berterang-terangan dengan kemaksiatan, dan konsisten menerapkan hukum-hukum&lt;br /&gt;serta ajaran Islam. Tidaklah mengapa menggunakan orang-orang non-Islam -jika dalam keadaan darurat- asalkan bukan untuk posisi jabatan strategis. Tidak terlalu penting mengenai bentuk dan nama jabatan itu, selama sesuai dengan kaidah umum dalam sistem undangundang Islam, maka boleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sifat yang dibutuhkan antara lain: rasa tanggung jawab, kasih sayang kepada rakyat, adil terhadap semua orang, tidak tamak terhadap kekayaan negara, dan ekonomis dalam penggunaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kewajiban yang harus ditunaikan antara lain: menjaga keamanan, menerapkan undang-undang, menyebarkan nilai-nilai ajaran, mempersiapkan kekuatan, menjaga kesehatan, melindungi keamanan umum, mengembangkan investasi dan menjaga kekayaan, mengokohkan mentalitas, serta menyebarkan dakwah. Beberapa haknya -tentu, jika telah ditunaikan kewajibannya- antara lain loyalitas dan ketaatan, serta pertolongan terhadap jiwa dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ia mengabaikan kewajibannya, maka berhak atasnya nasehat dan bimbingan, lalu -jika tidak ada perubahan- bisa diterapkan pemecatan dan pengusiran. Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Usaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan umat Islam. Hal demikian itu dilakukan dengan cara membebaskan seluruh negeri, membangun kejayaannya, mendekatkan peradabannya, dan menyatukan kata-katanya, sehingga dapat mengembalikan tegaknya kekuasan khilafah yang telah hilang dan&lt;br /&gt;terwujudnya persatuan yang di impi-impikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri. "Sehingga tidak ada lagi fitnah dan agama itu hanya untuk Allah belaka." (Al- Baqarah: 193)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya." (At-Taubah: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat yang terakhir ini wajib ditegakkan oleh jamaah dan oleh setiap akh sebagai anggota dalam jamaah itu. Sungguh, betapa besarnya tanggung jawab ini dan betapa agungnya tujuan ini. Orang melihatnya sebagai khayalan, sedangkan seorang muslim melihatnya sebagai kenyataan. Kita tidak pernah putus asa meraihnya dan -bersama Allah- kita memiliki cita-cita luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan orang tidak&lt;br /&gt;Mengetahuinya " (Yusuf: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Hasan al Banna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan versi lengkap risalah ini? download di sini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/14419842/MajmuaAtur-Rasail-Risalah-Pergerakan-Risalah-TaAlim" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.scribd.com/doc/&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;14419842/MajmuaAtur-Rasail&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;-Risalah-Pergerakan-Risala&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;h-TaAlim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8758385690741970218?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8758385690741970218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/amal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8758385690741970218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8758385690741970218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/amal.html' title='AMAL'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-2395730124468007957</id><published>2009-05-22T10:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T10:04:14.903-07:00</updated><title type='text'>5 Merek Abon &amp; Dendeng Mengandung Babi (Just Information)</title><content type='html'>Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan lima merek olahan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang positif DNA mengandung babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut lima merek abon dan dendeng sapi yang mengandung daging babi yang telah diperiksa dengan menggunakan The real-time PCR (polymerase chain reaction), seperti yang diumumkan oleh Kepala&lt;br /&gt;5 Merek Abon &amp;amp; Dendeng Mengandung Babi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPOM Husniah Rubiana Thamrin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dendeng cap kepala sapi 250 gram dengan produsen tidak diketahui.&lt;br /&gt;2. Abon dan dendeng sapi cap Limas 100 gram dengan produsen fiktif.&lt;br /&gt;3. Abon dan dendeng rasa sapi asli cap A.C.C yang produsennya tidak diketahui.&lt;br /&gt;4. Dendeng sapi Istimewa merek Beef Jekrey "Lezat" diproduksi oleh MDC Food Surabaya.&lt;br /&gt;5. Dendeng sapi Istimewa No. 1 cap 999 diproduksi S. Hendropurnomo Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husniah mengatakan, dendeng sapi tersebut termasuk olahan pangan industri rumah tangga (PIRT), yang izin edarnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sehingga penarikan dan pemusnahannya dilakukan oleh pemda," ujarnya saat ditemui di Kantor BPOM Jalan Percetakan Negara 23, Kamis (16/4/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPOM juga berkoordinasi dengan Pemda tentang olahan rumah tangga, guna melindungi masyarakat dari produk. Dia menambahkan, bagi yang menemukan dapat berikan informasi ke Badan Pom melalui unit pelayanan konsumen, dengan nomor telepon (021) 426 3333 - 321 99000.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-2395730124468007957?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/2395730124468007957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/5-merek-abon-dendeng-mengandung-babi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2395730124468007957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2395730124468007957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/5-merek-abon-dendeng-mengandung-babi.html' title='5 Merek Abon &amp; Dendeng Mengandung Babi (Just Information)'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-360861184546310870</id><published>2009-05-22T09:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Hadits Qudsi: Mengenal Rahmat Allah</title><content type='html'>HR Ibnu Hibban dan Abu Darda, r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila seorang hamba-Ku merencanakan seuatu kejahatan, tetapi diurungkannya, tuliskanlah baginya satu kebajikan. Tetapi jika dilaksanakannya, maka tuliskan baginya satu kebajikan. Jika ia taubat, hapuskanlah darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apabila seorang hamba-Ku merencanakan melakukan suatu kebajikan, lalu diurungkannya, maka tuliskan baginya satu kebajikan. Jika dilaksanakannya, tuliskan baginya sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;==========================&lt;/span&gt;&lt;div class="text"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;================&lt;br /&gt;HIKMAH:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini berbicara mengenai rahmat Allah swt, bukan amal manusia. Sehingga tidak boleh disimpulkan "kalau begitu saya niat berbuat baik aja deh, tidak usah dilaksanakan, khan sudah mendapat pahala." Melainkan betapa rahmatnya Allah swt, bahkan niat saja sudah diberi ganjaran APALAGI kalau diamalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga tidak boleh meringankan angan-angan buruk, karena pada akhirnya dapat mempengaruhi amal. Misalnya, "Biarin deh mau ngebayangin yang jorok-jorok, khan tidak dosa." Melainkan betapa adilnya Allah swt, bahwa sebuah niat jahat tidak dihukum, bahkan apabila ada satu dosa maka balasannya pun sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bish showab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-360861184546310870?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/360861184546310870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/hadits-qudsi-mengenal-rahmat-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/360861184546310870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/360861184546310870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/hadits-qudsi-mengenal-rahmat-allah.html' title='Hadits Qudsi: Mengenal Rahmat Allah'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-234105553322956100</id><published>2009-05-22T09:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T09:50:39.529-07:00</updated><title type='text'>KATAK dan BEBEK</title><content type='html'>Perlombaan KATAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kumpulan katak sedang mengadakan pemilihan KEPALA SUKU untuk menggantikan yang lama dengan cara berlomba menaiki MENARA, katak yang pertama sampai ke ujung paling tinggi, dialah yang BERHAK menjadi kepala sukunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlombaanpun dimulai, sekitar seratus katak yang BERANI ( karena hasilnya adalah mati karena terjatuh atau menjadi kepala suku ), mulai menaiki menara, sementara seruan para penonton yang mencemooh para katak mulai terdengar dan semakin nyaring terdengar, mereka meneriakan kalau katak itu adalah katak-katak bodoh, tidak mungkin berhasil dan pasti mati terjatuh, semakin banyak yang berteriak bahwa mereka pasti mati terjatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nyatanya katak yang naik menara itu benar-benar terjatuh dan mati, semakin keatas semakin banyak yang mati terjatuh, dan setelah sekian lama menaiki menara sampailah juga seekor katak yang tinggal satu-satunya ke puncak menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu turun ia disambut dan dipuja para penontonnya yang seraya bertanya tentang rahasianya bisa sampai puncak menara, sang katak tidak bisa menjawab bukan karena ia tidak bisa bicara tetapi karena ia TULI dan tidak bisa mendengar pertanyaan penontonnya apalagi cemoohan yang begitu memekikan telinga selama perlombaan berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH KESUKSESAN KARENA TIDAK MENDENGARKAN ORANG LAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekumpulan BEBEK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segerombolan bebek yang akan menuju tempat mencari makan berjalan beriringan, tiba-tiba seekor bebek yang terlihat lebih baik secara fisik keluar jalur dan berjalan sendiri menuruti kata hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bebek-bebek yang lain memanggilnya dan mengajaknya untuk kembali bergabung dengan kelompoknya, seluruh bebek-bebek itu mengatakan bahwa bebek yang keluar jalur itu akan celaka, mereka berteriak tanpa mengejar atau menyentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan betul saja, bebek itu terpuruk kedalam kehidupan yang tidak diharapkannya, hanya berisi tangisan dan kesedihan ditengah kesendiriannya, tetapi bebek ini akhirnya bisa menemukan kembali teman-temannya dan merasa YAKIN bahwa berada dikomunitasnya adalah pilihan TERBAIK untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang bebek akhirnya meminta kepada teman-temannya untuk kembali bergabung, karena ternyata KOMUNITAS merekalah yang mententramkan dan membahagiakannya, tetapi sayang teman-temannya tidak mau menerimanya kembali karena merasa sudah PERNAH diabaikan dan tersakiti oleh kelakuan bebek yang keluar jalur tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggalah sang bebek itu berjalan sempoyongan, sendirian, membawa kembali harapannya yang telah ditolak dan tidak tahu harus menuju kemana, yah.... bebek itu kembali terpuruk dan menghabiskan kesedihannya dalam kesendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBUAH KETERPURUKAN KARENA TIDAK MENDENGARKAN ORANG LAIN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-234105553322956100?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/234105553322956100/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/katak-dan-bebek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/234105553322956100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/234105553322956100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/katak-dan-bebek.html' title='KATAK dan BEBEK'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7513080898891659052</id><published>2009-05-22T09:00:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Ingatkan Aku Untuk Melaksanakannya</title><content type='html'>Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya antara seorang lelaki dan kemusyrikan serta kekufuran ialah meninggalkan sholat.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Aiman ra bahwa sesungguhnya Rasulullah saw bersabda: “Jangan kamu tinggalkan sholat dengan sengaja. Karena sesungguhnya barangsiapa meninggalkan sholat dengan sengaja maka sungguh lepaslah darinya perlindungan Allah ta’aala dan Rasul-Nya.”(HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hanyalah yang memakmurkan Masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman pada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat" ( Surah At-Taubah ayat 18 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya hal pertama yang diperhitungkan dari seorang hamba Allah ta’aala pada hari kiamat ialah sholatnya. Jika didapati ia sempurna maka ia dicatat sebagai sempurna. Jika didapati terdapat kekurangan, maka dikatakan ”Coba lihat adakah ia memiliki sholat sunnah yang dapat melengkapi sholat wajibnya?” Kemudian segenap amal perbuatannya yang lain diproses sebagaimana sholatnya. (HR AnNasai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Shalat yang paling&lt;br /&gt;berat bagi munafik adalah shalat Isya’ dan shalat fajar. Seandainya&lt;br /&gt;mereka tahu ganjarannya, maka pastilah mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak(HR. Muttafaq alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Demi Yang Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk mengumpulkan kayu bakar kemudian aku perintahkan shalat, azan dan memerintahkan seseorang menjadi imam, lalu aku mendatangi orang yang tidak hadir dalam shalat jamaah dan aku bakar rumahnya. Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya salah seorang mereka tahu bahwa dia akan mendapatkan daging yang gemuk atau dua daging tulang iga yang bagus, pastilah mereka hadir shalat isya` berjamaah (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7513080898891659052?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7513080898891659052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/ingatkan-aku-untuk-melaksanakannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7513080898891659052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7513080898891659052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/ingatkan-aku-untuk-melaksanakannya.html' title='Ingatkan Aku Untuk Melaksanakannya'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8776301179477215943</id><published>2009-05-22T08:31:00.001-07:00</published><updated>2009-05-22T08:52:53.158-07:00</updated><title type='text'>Satir abis</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 22pt;"&gt;A man is taking a walk in &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243007536_0"&gt;Central park in New York&lt;/span&gt; . Suddenly he sees a little girl being attacked by a &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243007536_1"&gt;pit bull dog&lt;/span&gt;. He runs over and starts fighting with the dog. He succeeds in killing the dog and saving the girl's life. A policeman who was watching the scene walks over and says: "You are a hero," tomorrow you can read it in all the newspapers: "Brave &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243007536_2"&gt;New Yorker&lt;/span&gt; saves the life of little girl." The man says: "But I am not a New Yorker!" "Oh, then it will say in newspapers in the morning: Brave American saves life of little girl" - the policeman answers. "But I am not an American!" - says the man. "Oh, what are you then?" The man says: "I am a Saudi!" Then next day the newspapers say: "&lt;b&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: black;"&gt;Islamic&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; extremist kills innocent American dog."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8776301179477215943?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8776301179477215943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/satir-abis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8776301179477215943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8776301179477215943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/satir-abis.html' title='Satir abis'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-322241868506721009</id><published>2009-05-22T08:31:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>KESEDERHANAAN SEORANG PEMIMPIN NEGARA</title><content type='html'>Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya: "Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"&lt;br /&gt;Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP, lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi, sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran. Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya. Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis, belum lagi secara minyak dan pertahanan. Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan; roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira, ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan, ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya, ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan, dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan. Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi, atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut. Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?&lt;br /&gt;Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Bahkan ketika suara azan berkumandang, ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ia juga tidak mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrimnya, cukup menundukan kepala sebagai rasa hormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-322241868506721009?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/322241868506721009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kesederhanaan-seorang-pemimpin-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/322241868506721009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/322241868506721009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kesederhanaan-seorang-pemimpin-negara.html' title='KESEDERHANAAN SEORANG PEMIMPIN NEGARA'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7244745732971929738</id><published>2009-05-22T08:28:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Why are Muslims powerless</title><content type='html'>&lt;div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Extracts       of speech by Hafez A.B Mohamed: Director-General, Al Baraka Bank&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Demographics:&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o World       Jewish Population:  14 million&lt;br /&gt;       o Distribution: 7 m in America&lt;br /&gt;                                   5 m in Asia&lt;br /&gt;                                   2 m in Europe&lt;br /&gt;                                   100 thousand in Africa&lt;br /&gt;       o World Muslim Population: 1.5 billion&lt;br /&gt;       o Distribution: 1 billion in Asia/Mid-East&lt;br /&gt;                                  400 M in Africa&lt;br /&gt;                                  44 M in Europe&lt;br /&gt;                                   6 M in the Americas&lt;br /&gt;       o Every fifth human being is a Muslim.&lt;br /&gt;       o For every single Hindu there are two Muslims&lt;br /&gt;       o For every Buddhist there are two Muslims&lt;br /&gt;       o For every Jew there are 107 Muslims&lt;br /&gt;       o Yet the 14 million Jews are more powerful than the entire 1.5       billion Muslims&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: red;"&gt;Why?&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Here are some of       the reasons.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; Movers of       Current History&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;&lt;br /&gt;       o  Albert Einstein                   Jewish&lt;br /&gt;       o  Sigmund Freud                  Jewish&lt;br /&gt;       o  Karl Marx                          Jewish&lt;br /&gt;       o  Paul Samuelson           Jewish&lt;br /&gt;       o  Milton Friedman                Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; Medical       Milestones&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o        Vaccinating Needle:                       Benjamin Ruben              Jewish&lt;br /&gt;       o  Polio Vaccine                                      Jonas Salk                      Jewish&lt;br /&gt;       o  Leukemia Drug                             Gertrude       Elion           Jewish&lt;br /&gt;       o  Hepatitis B                                          Baruch Blumberg             Jewish&lt;br /&gt;       o  Syphilis Drug                                      Paul Ehrlich                     Jewish&lt;br /&gt;       o  Neuro       muscular                       Elie       Metchnikoff         Jewish&lt;br /&gt;       o  Endocrinology                                     Andrew Schally         Jewish&lt;br /&gt;       o  Cognitive       therapy                           Aaron Beck                     Jewish&lt;br /&gt;       o  Contraceptive       Pill                     Gregory       Pincus         Jewish&lt;br /&gt;       o  Understanding of Human Eye   G. Wald                                Jewish&lt;br /&gt;       o        Embryology.                            Stanley       Cohen           Jewish&lt;br /&gt;       o  Kidney       Dialysis                        Willem       Kloffcame      Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;u&gt;Nobel Prize       Winners&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o  In the past       105 years, 14 million Jews have won 180 Nobel prizes whilst 1.5 billion       Muslims have contributed only 3 Nobel winners&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Inventions that       Changed History&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o        Micro-Processing       Chip                   Stanley Mezor             Jewish&lt;br /&gt;       o  Nuclear Chain Reactor                    Leo Sziland                        Jewish&lt;br /&gt;       o  Optical Fiber Cable                         Peter Schultz                     Jewish&lt;br /&gt;       o  Traffic Lights                                        Charles       Adler               Jewish&lt;br /&gt;       o  Stainless Steel                                       Benno       Strauss                    Jewish&lt;br /&gt;       o  Sound Movies                                      Isador       Kisee                       Jewish&lt;br /&gt;       o  Telephone Microphone                  Emile Berliner                      Jewish&lt;br /&gt;       o  Video Tape Recorder                    Charles       Ginsburg                 Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;u&gt;Influential       Global Business&lt;br /&gt;      &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o        Polo                                              Ralph       Lauren                Jewish&lt;br /&gt;       o  Levi's       Jeans                                   Levi Strauss                        Jewish&lt;br /&gt;       o        Starbuck's                                     Howard Schultz             Jewish&lt;br /&gt;       o        Google                                           Sergey Brin                  Jewish&lt;br /&gt;       o  Dell       Computers                               Michael Dell                      Jewish&lt;br /&gt;       o        Oracle                                            Larry Ellison                Jewish&lt;br /&gt;       o        DKNY                                           Donna Karan                Jewish&lt;br /&gt;       o  Baskin &amp;amp;       Robbins                          Irv Robbins                       Jewish&lt;br /&gt;       o  Dunkin       Donuts                         Bill       Rosenberg             Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; Influential       Intellectuals/ Politicians&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o  Henry       Kissinger , US Sec of       State                           Jewish&lt;br /&gt;       o  Richard Levin, President Yale       University                 Jewish&lt;br /&gt;       o  Alan Greenspan, US Federal       Reserve                      Jewish&lt;br /&gt;       o  Joseph Lieberman,       Senator                               Jewish&lt;br /&gt;       o  Madeleine Albright , US Sec of       State                      Jewish&lt;br /&gt;       o  Caspar Weinberger , US Sec of       Defence          Jewish&lt;br /&gt;       o  Maxim Litvinov , USSR Foreign       Minister         Jewish&lt;br /&gt;       o   David Marshal , Singapore Chief       Minister        Jewish&lt;br /&gt;       o  Isaacs Isaacs,       Gov-Gen Australia                     Jewish&lt;br /&gt;       o  Benjamin Disraeli, British       Statesman                       Jewish&lt;br /&gt;       o  Yevgeny Primakov, Russian       PM                            Jewish&lt;br /&gt;       o  Barry Goldwater , US       Politician                              Jewish&lt;br /&gt;       o  Jorge Sampaio, President       Portugal                          Jewish&lt;br /&gt;       o  Herb Gray, Canadian Deputy - PM                          Jewish&lt;br /&gt;       o  Pierre Mendes, French PM                                           Jewish&lt;br /&gt;       o  Michael Howard, British Home Sec.                        Jewish&lt;br /&gt;       o  Bruno Kriesky, Austrian Chancellor                         Jewish&lt;br /&gt;       o  Robert Rubin , US Sec of       Treasury                   Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;u&gt;Global Media       Influential&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o  Wolf       Blitzer,        CNN                                                  Jewish&lt;br /&gt;       o  Barbara Walters, ABC News                                         Jewish&lt;br /&gt;       o  Eugene Meyer , Washington       Post                            Jewish&lt;br /&gt;       o  Henry Grunwald, Time       Magazine                             Jewish&lt;br /&gt;       o  Katherine Graham , Washington Post                       Jewish&lt;br /&gt;       o  Joseph Lelyeld, New York Times                             Jewish&lt;br /&gt;       o  Max Frankel, New York       Times                          Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;u&gt;Global       Philanthropists&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o  George       Soros                                                              Jewish&lt;br /&gt;       o  Walter Annenberg                                                        Jewish&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Why are they       powerful?   Why are Muslims powerless?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;Here's       another reason. We have lost the capacity to produce       knowledge. &lt;br /&gt;       o  In the entire Muslim world (57 Muslim countries) there are       only 500 universities.&lt;br /&gt;       o  In USA alone, 5,758 universities&lt;br /&gt;       o  In India alone, 8,407 universities&lt;br /&gt;       o  Not one university in the entire Islamic world features in       the Top 500 Ranking Universities of the World&lt;br /&gt;       o  Literacy in the Christian world  90%&lt;br /&gt;       o  Literacy in the Muslim world     40%&lt;br /&gt;       o  15 Christian majority-countries, literacy rate 100%&lt;br /&gt;       o  Muslim majority-countries,   ?&lt;br /&gt;       o  98% in Christian countries completed primary&lt;br /&gt;       o  Only 50% in Muslim countries completed primary.&lt;br /&gt;       o  40% in Christian countries attended university&lt;br /&gt;       o  In Muslim countries a dismal 2% attended.&lt;br /&gt;       o  Muslim majority countries have 230 scientists per one       million Muslims&lt;br /&gt;       o  The USA has 5000 per million&lt;br /&gt;       o  The Christian world 1000 technicians per million.&lt;br /&gt;       o  Entire Arab world only 50 technicians per million.&lt;br /&gt;       o  Muslim world spends on research/developmen t 0.2% of GDP&lt;br /&gt;       o  Christian world spends 5 % of GDP&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt; &lt;u&gt;Conclusion.&lt;br /&gt;      &lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o  The       Muslim world lacks the capacity to produce knowledge.&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       Another way of testing the degree of knowledge is the degree of       diffusing knowledge.&lt;br /&gt;       o  Pakistan 23 daily newspapers per 1000 citizens&lt;br /&gt;       o  Singapore 460 per 1000 citizens.&lt;br /&gt;       o  In UK book titles per million is 2000&lt;br /&gt;       o  In Egypt book titles per million is only 17&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Conclusion.&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; o        Muslim World is failing to diffuse knowledge&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       Applying knowledge is another such test.&lt;br /&gt;       o  Exports of high tech products from Pakistan is 0.9% of       its exports.&lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);" lang="IT"&gt;o        In Saudi Arabia is 0.2%&lt;br /&gt;       o  Kuwait, Morocco and Algeria 0.3%&lt;br /&gt;       o  Singapore alone is 68%&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;       &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;" lang="IT"&gt;Conclusion.&lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);" lang="IT"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;o  Muslim world is failing to       apply knowledge.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt; &lt;br /&gt;      &lt;/span&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;What do you conclude?&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;No need       to tell,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;the figures are speaking       themselves very loudly but we are unable to listen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: blue;"&gt;Advice:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;Please       educate yourself and your children. always promote education, don't       compromise on it, don't ignore your children's slightest misguidance from       education (and please, for God's Sake, don't use your personal contacts       or sources to promote your children in their education; if they fail, let       them and make them learn to pass; because if they can't do it now,       they can't ever).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;We are       world's biggest and strongest nation, all we need is to identify and       explore our ownselves. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(68, 68, 68);"&gt;Our       victory is with our knowledge, our creativity, our literacy.... And       nothing else.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: rgb(127, 0, 127);"&gt;____________ _________ _________ ___&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://yasirimran.wordpress.com/2008/07/24/so-why-are-the-muslims-so-powerless/"&gt;http://yasirimran. wordpress. com/2008/ 07/24/so- why-are-the- muslims-so- powerless/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;        &lt;/div&gt;       &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7244745732971929738?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7244745732971929738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/why-are-muslims-powerless.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7244745732971929738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7244745732971929738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/why-are-muslims-powerless.html' title='Why are Muslims powerless'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-579551063951687416</id><published>2009-05-22T08:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T08:23:16.528-07:00</updated><title type='text'>Global Warning ( Save Our World!! )</title><content type='html'>Jangan berfikir langkah kecil kita tidak berpengaruh apa-apa, sebab persoalan besar seperti Global Warming sebenarnya adalah dampak akumulatif dari perilaku individu yang kecil-kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Minimalisir penggunaan plastik ;&lt;br /&gt;Sebenarnya HMTL ITB akan mengadakan kampanye anti plastik, sebagai bentuk pewacanaan awal. karena kita semua tau mustahil dapat langsung berhenti dari pemakaian plastik (secara… hampir semua produk mengandung plastik, dan jika belanja pasti dikasih plastik !!)&lt;br /&gt;MAKA (dengan asumsi semua disini tau bahwa plastik non degradable )&lt;br /&gt;* Hindarilah membuang plastik banyak2, kalo perlu disimpen aja soalnya bisa membebani sampah kota&lt;br /&gt;* When you shopped, jika masih bisa langsung dimasukin tas, masukin aja. So no need plastic rite!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ” Switch off”&lt;br /&gt;HEMAT LISTRIK = mengurangi dampak pemanasan global (Global Warming)&lt;br /&gt;* Turn off you light before you go to sleep&lt;br /&gt;* Ganti lampu bohlam ke jenis lampu CFL (karena hemat energi sampai 60%)&lt;br /&gt;* Jika meninggalkan kamar/rumah, cabut segala perangkat elektronik seperti: DVD player, computer, charger, etc… (if you're done using it) kebiasaan meninggalkan dalam keadaan stand-by harus dihilangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pilih Produk ramah lingkungan&lt;br /&gt;* Seperti memilih kertas yang mudah didaur ulang&lt;br /&gt;* Kalo bisa pakai kertas semaksimal mungkin (bisa pakai kertas re-use/ bolak-balik) kecuali untuk hal resmi ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Transportasi Hijau&lt;br /&gt;* If near enough , just walk!!&lt;br /&gt;* If you're using motorcycle, rajin-rajin diservis !!!&lt;br /&gt;* If you're using car, sebisa mungkin maksimalkan kapasitas penumpangnya.. Don't forget diservis juga!!&lt;br /&gt;I think everyone know kendaraan bermotor increasing everyday, semakin banyak kendaraan bermotor polusi makin bertambah and bad traffic MACET!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tanam pohon&lt;br /&gt;Sebisa mungkin di rumah harus ada lahan hijau.. Jangan dihabiskan semua untuk bangunan... Bermanfaat juga untuk resapan air… Remember!! … permukaan air tanah di bumi semakin meningkat… jadi ntar air tanah makin dangkal… Be good to your plants..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thats all the simple things that we can do right now.. Despite looks like small things but it means a lot for this world.. Our world...&lt;br /&gt;If we used to it, we can make people follow what we do to help this world..&lt;br /&gt;Hope people in this world will do more concern and relize hows important is this.&lt;br /&gt;START from you NOW and infect to others.. Thankyou&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-579551063951687416?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/579551063951687416/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/global-warning-save-our-world.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/579551063951687416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/579551063951687416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/global-warning-save-our-world.html' title='Global Warning ( Save Our World!! )'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-480822753145219275</id><published>2009-05-22T07:59:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T11:44:42.077-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Sebuah Renungan, Teguran, Sekaligus Doa</title><content type='html'>Kawan,&lt;br /&gt;hidup ini ternyata,tidak sekedar mengejar cita-cita pribadi saja&lt;br /&gt;Di luar sana masih banyak orang tidak punya rumah&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang bahkan tidak tahu apakah besok pagi dia masih bisa makan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak anak-anak yang bahkan tidak tahu sampai kapan mereka akan terus tidur beratapkan langit yang bahkan terkadang memuntahkan air dan beralaskan tanah yang keras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mereka yang masa depannya tidak jelas&lt;br /&gt;Tapi sayangnya kita sering lupa akan hal itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita hanya ingat dan berempati hanya saat penderitaan mereka disodorkan depan muka kita. Selebihnya, mungkin kita lupa. Padahal seharusnya kita lah yang mencari tahu. Kita yang mencari fakta-fakta, bukan menunggu untuk ditemukan oleh fakta. Tapi sayangnya, kenyataan yang sering terjadi adalah kita hanya menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mereka yang tidak mandi karena alasan-alasan yang mungkin bagi kita mudah saja, seperti air bersih, sabun, dll. Sedangkan kita pun mungkin secara sadar maupun tidak sering membuang-buang air bersih atau memiliki banyak sabun yang tidak terpakai. Masih banyak mereka yang tidak memiliki baju selain yang menempel di tubuh mereka dan kita masih sempat mengeluh ngeluh karena baju kotor yang menumpuk? Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung memiliki banyak baju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak mereka yang tidak memiliki orang tua dan kita terkadang sering menggerutu hanya karena ditegur orang tua?&lt;br /&gt;Ingatlah kawan..itu artinya kita beruntung karena masih diizinkan Allah untuk mewujudkan rasa sayang dan membalas kebaikan orang tua kita.&lt;br /&gt;Seringkali kita mengeluh dan mengomel karena kelelahan berjalan kaki. Ingatlah kawan..itu artinya kita masih punya kaki dan tubuh yang berfungsi dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang terjadi..&lt;br /&gt;Seburuk apapun keadaan kita,,cobalah kita pandang dari sudut pandang yang berbeda&lt;br /&gt;Dan kita akan menemukan dan pada akhirnya mengerti cara Allah menyayangi, mendidik, dan memberi yang terbaik untuk kita&lt;br /&gt;Because we are loved&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa kita sering lupa?&lt;br /&gt;Kenapa kita sering tidak berinfaq jika tidak diminta?&lt;br /&gt;Kenapa tidak mencari tahu di mana kita bisa berinfak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Hidup tidak hanya bersemangat berprestasi dalam bidang akademik, organisasi, atau pekerjaan&lt;br /&gt;Semua itu bagus sekali namun semangat dan prestasi luar biasa itu tidak ada artinya bila implementasinya sama dengan nol&lt;br /&gt;Tidak ada artinya bila ternyata kita sampai lupa dengan orang-orang di luar sana&lt;br /&gt;Mereka yang menjadi korban kemerdekaan yang belum merdeka&lt;br /&gt;Mereka yang menjadi korban para pejabat yg bagai kacang lupa kulitnya itu&lt;br /&gt;Mereka yang terlupakan, mereka yg dibohongi, mereka yg tertindas, mereka yg terjajah oleh 'kemerdekaan' negeri ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Bersyukurlah punya banyak makanan&lt;br /&gt;Banyak sekali orang yg kelaparan di dunia ini&lt;br /&gt;Di Ethiopia, India, Indonesia, atau bahkan mungkin beberapa meter dari tempat kita duduk saat ini&lt;br /&gt;Jadi ingatlah kawan..Jangan sampai kita membiarkan makanan membusuk di kulkas atau menjadi basi di dalam lemari / tudung saji&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Mari kita luangkan waktu..,,untuk bersyukur&lt;br /&gt;Ya, untuk bersyukur&lt;br /&gt;Karena selalu harus ada waktu untuk bersyukur&lt;br /&gt;Jangan sampai kita bersikap tidak tahu diri&lt;br /&gt;Jangan sampai kita rutin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman namun tidak ingat untuk berterima kasih kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan...&lt;br /&gt;Mari kita menghargai setiap waktu yang terlewat karena waktu tidak dapat berputar kembali&lt;br /&gt;Bahkan Leonardo Da Vinci pernah menyatakan keheranannya mengenai manusia yang sering tidur. Ia berpendapat manusia hidup tersebut seperti orang mati saja karena apa bedanya orang yang masih hidup dengan yang sudah meninggal apabila yang hidup juga tidak melakukan apa-apa (baca: sia2)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Lihat ke negeri Palestina sana&lt;br /&gt;Ke negeri para bayi yang terlahir untuk hidup di surga&lt;br /&gt;Ke negeri yg para penghuninya waspada setiap saat terhadap pengeboman, penjarahan, pembunuhan, dan segala ketidakadilan yang dilakukan oleh orang2 yg mengatasnamakan perebutan kembali tanah milik mereka&lt;br /&gt;Ke negeri yang pedih karena para muslim yg seharusnya bertitel saudara tidak bertindak seperti saudara (baca: tidak mendukung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Sekali lagi, ingatlah..&lt;br /&gt;Kita harus peka&lt;br /&gt;Selalu lihat ke bawah tapi jangan lupa lihat ke atas juga&lt;br /&gt;Selalu lihat ke depan tapi sesekali jangan lupa untuk menoleh ke belakang juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In order to be a better person, we can't improve urself only without caring 4 others&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan..&lt;br /&gt;Bayangkanlah kesepiannya mereka yang tidak memiliki keluarga, mereka yg dimusuhi, dikucilkan, apalagi kesepian dan kepedihan orang-orang yang ditinggal mati keluarganya yang terbunuh di depan mata mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan...&lt;br /&gt;Jangan terlalu sedih walaupun kadang orang suka meremehkan kita&lt;br /&gt;Di belahan dunia di sebelah mana pun, banyak sekali orang-orang terbuang yg mungkin jauuuuhh lebih tersakiti daripada kita&lt;br /&gt;Mereka dianggap hina&lt;br /&gt;Mereka dipandang rendah&lt;br /&gt;Entah berapa banyak cacian yg sudah mereka dengar&lt;br /&gt;Perlakuan kasar yang mereka dapat juga tak terhitung&lt;br /&gt;Lihatlah semuanya lebih dekat..dan kita akan sadar betapa sempurnanya hidup kita, paling tidak bagi diri kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mariani Tri Agustina&lt;br /&gt;www.dudung.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-480822753145219275?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/480822753145219275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sebuah-renungan-teguran-sekaligus-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/480822753145219275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/480822753145219275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sebuah-renungan-teguran-sekaligus-doa.html' title='Sebuah Renungan, Teguran, Sekaligus Doa'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8203044018188729160</id><published>2009-05-22T07:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Ingin Punya Rumah atau Ingin Istana di Surga</title><content type='html'>Kapan punya rumah sendiri? Aku bingung mau menjawabnya. Soalnya meskipun rumah yang ditempati sudah dipasrahkan untukku, tapi ini bukan dari hasilku, melainkan merupakan warisan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang pertanyaan itu sering muncul. Sudah lama loh berumah tangga. Kapan Abi mau buat rumah untukku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku katakan, "Bukan hanya rumah yang dibuat, tapi Abi membangunkan Istana untuk kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun belum nyata, tapi kita harus punya keyakinan bahwa istana itu sudah ada di dunia ini. Rasulullah menegaskan tentang rumah tangga beliau dengan mengatakan, "Baiti Jannati" Rumahku adalah syurgaku. Suatu pernyataan yang menggambarkan tentang bahagianya rumah tangga Rasulullah. Kitapun bisa mewujudkannya, ketika kita mampu mengaplikasikan ajaran Islam dalam setiap sisi-sisi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan mempunyai rumah sendiri haruslah kuat, berbagai usaha yang halal sangat penting sekali untuk bisa mewujudkannya. Selain itu juga, kita bukan hanya mengingin rumah di dunia ini saja. Sebagai seorang muslim, kita harus memiliki visi yang jauh ke depan, mampu menembus batas. Kebahagiaan yang kita raih jangan sampai berakhir di dunia ini saja. Bagiamana kita juga berfikir agar akhirat kelak kitapun bisa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini kita ingin memiliki rumah. Di akhirat lebih dari sekadar memiliki rumah, Allah akan membangun Istana di syurga bagi hamba-Nya yang mau. Trus bagaimana agar kita dapat dbangunkan istana di syurga? Berikut mudah-mudahan sangat bermanfaat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melaksanakan Shalat Sunnah Rawatib 12 Raka’at dalam sehari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ummu Habibah ra, ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Tidaklah seorang hamba muslim melaksanakan Shalat sunnah (bukan fardhu) karena Allah, sebanyak dua belas rakaat setiap harinya, kecuali Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di Surga’.” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keutamaan shalat sunnah rawatib yang diriwayatkan oleh Muslim di atas, yakni dengan shalat sunnah rawatib sebanyak 12 raka’at adalah dibangunkannya rumah oleh ALLAH di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 raka`at itu terdiri dari 4 raka`at sebelum shalat Zhuhur, 2 raka`at setelahnya, dan 2 raka`at setelah shalat Magrib dan 2 raka`at setelah shalat Isya, serta 2 raka`at sebelum shalat Shubuh sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saling mendahului dalam mengucapkan Salam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah sahabat Rasulullah, Umar bin Khatab mengadukan Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah. "Ya, Rasulullah, Ali bin Abi Thalib tidak pernah memulai mengucapkan salam kepadaku..." Rasulullah lalu menanyakan hal itu kepada Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib membenarkan pengaduan Umar bin Khatab itu. "Ya, Rasulullah, itu kulakukan karena aku ingin supaya Umar bisa mendapatkan istana di Surga! Seperti yang disabdakan olehmu, ya Rasulullah. Bahwa siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan salam, Allah akan mendirikan istana baginya di Surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan dengan memberi salam kita bisa membangun istana di Surga. Dengan salam, hati-hati kita terikat untuk saling mencintai. Kenapa kita tidak bersegera menebar salam kepada sahabat, handai taulan, keluarga dan saudara-saudara kita seiman? Sabda Rasulullah, "Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian." (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membangun Masjid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membangun masjid dengan hartanya maka Allah akan membangunkan sebuah rumah untuknya di surga. ” (HR Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perjalanan biasanya ada sebagian kaum muslimin yang membangun masjid dengan meminta sumbangan dengan cara meminta kepada para pengguna jalan, jangan sungkan-sungkan untuk menyisihkan beberapa rupiah untuk kita infaqkan untuk pembangunan masjid tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita terlalu banyak berfikir dengan hitung-hitungan matematis, harta yang kita infaqkan berarti akan mengurangi harta kita, dengan demikian kita akan mengalami kerugian dengan berkurangnya harta kita. Padahal sesungguhnya bila yang kita pakai adalah perhitungan keimanan, maka hasilnya akan menjadi lain. Harta sesungguhnya yang kita miliki adalah harta yang kita infaqkan, sedangkan yang ada pada kita belum tentu menjadi milik kita. Bisa jadi ada yang mencuri, merampok, terjadi bencana alam atau kejadian apapun yang menyebabkan harta itu berpindah dari tangan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk pembangunan masjid berarti telah membuktikan diri kita seorang mu’min. Karena dengan demikian kita termasuk orang-orang yang memakmurkan masjid. Dan sebagai gantinya, Allah akan mempersiapkan rumah buat kita di surga nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah swt: “Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 9:18)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8203044018188729160?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8203044018188729160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/ingin-punya-rumah-atau-ingin-istana-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8203044018188729160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8203044018188729160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/ingin-punya-rumah-atau-ingin-istana-di.html' title='Ingin Punya Rumah atau Ingin Istana di Surga'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-6058026250661608480</id><published>2009-05-22T07:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Satu juta satu alasan melaksanakan shalat malam</title><content type='html'>Bagi yang mengabaikan qiyamullail, maka tantangan itu tidak akan terasa. Ia akan dengan enaknya melupakan qiyamulail, asyik dengan tidurnya yang lelap ataupun disibukkannya dengan hal lain yang kurang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pahami, ketika kita ingin bertekad melakukan qiyamullail, maka akan banyak godaan yang menghadang. Terasa sekali godaan itu, bisikan syetan begitu keras memekakkan telinga, mendorong kita untuk tidak shalat malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai sarana agar kita dapat bangun malam tidaklah membuat syetan gentar. Alarm dah kita setel, kadang kita bangun hanya untuk mematikan Alarm kemudian tidur lagi. SMS maupun Misscall terkadang membuat kita hanya bangun sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak alasan yang mendorong kita menunda untuk shalat malam yang berakhir pada tidak shalat malam. Sudah seharusnya kita yang menginginkan senantiasa dapat melakukan shalat juga memiliki banyak alasan mengapa kita melaksanakan shalat malam. Mudah-mudahan kita akan terdorong untuk melaksanakan shalat malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-6058026250661608480?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/6058026250661608480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/satu-juta-satu-alasan-melaksanakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6058026250661608480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6058026250661608480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/satu-juta-satu-alasan-melaksanakan.html' title='Satu juta satu alasan melaksanakan shalat malam'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7468332492253838694</id><published>2009-05-22T07:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Golongan Lelaki Yang Ditarik Oleh Perempuan Ke Neraka</title><content type='html'>Pertama: Ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seseorang yang bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan pengetahuan tentang agama seperti mengajarkan sholat, dan sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat (berhijab). Dan hanya memberikan keperluan dan kemewahan dunia saja maka dia akan ditarik oleh anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua: Suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang suami tidak memperdulikan perilaku isterinya. Membiarkan mereka bergaul bebas di masyarakat maupun para pejabat, berhias diri bukan untuk suami semata melainkan agar menjadi pandangan kaum lelaki yang bukan mahramnya. Maka walaupun sang suami adalah seorang yang shalih maka dia akan ditarik oleh isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga: Saudara lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ayahnya sudah tiada, maka tanggung jawab menjaga kerabat wanita (saudara perempuannya) jatuh pada saudara lelaki. Jikalau saudara lelaki mereka hanya mementingkan keluarganya (anak istrinya) saja dan adik perempuannya atau kerabat perempuannya dibiarkan menyimpang dari ajaran ISLAM. Tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat: Anak Lelakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu apabila telah melakukan suatu kemaksiatan (menyimpang dari ajaran Islam), maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan dari ibunya diakhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat bertapa hebatnya pengaruh wanita bukan saja di dunia melainkan di akhirat pun pengaruhnya begitu hebat. Oleh karena itu, kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, saudara lelaki atau anak harus memainkan peranan mereka. Allah SWT berfirman dalam surat At-Tahrim (66) ayat 6 yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7468332492253838694?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7468332492253838694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/golongan-lelaki-yang-ditarik-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7468332492253838694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7468332492253838694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/golongan-lelaki-yang-ditarik-oleh.html' title='Golongan Lelaki Yang Ditarik Oleh Perempuan Ke Neraka'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1816360906428443657</id><published>2009-05-22T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Harta bertambah dan menjadi barakah dengan shodaqoh</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang mengira dengan menjadi Aleg akan menambah pundi-pundi keuangannya, berebut banyak orang yang menjadi CAD yang kini gigit jari dihadapi berbagai persoalan yang membelit berkenaan dengan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia yang salah dalam melakukan perhitungan dalam mencari keberuntungan. Banyak yang salah jalan. Terjebak dengan fatamorgana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai seorang muslim, kita harus memahami apa sebenarnya tugas kita. Allah telah menegaskan bahwa tujuan penciptaan kita adalah untuk beribadah kepadanya. Rangkaian aktivitas apapun yang kita lakukan hendaknya mengandung nilai ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sisi-sisi kehidupan yang kita lalui terwarnai dengan nilai ibadah. Islam telah mengatur semua sektor kehidupan, mengatur berbagai hal. Mulai dari kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat dan secara global dunia internasional. Mengatur hal-hal yang ringan dan berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah selayaknya dan seharusnya kehidupan kita disesuaikan dengan apa maunya Islam. Ketika ini mampu kita selaraskan, maka kebahagiaanlah yang akan dapat kita raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut kisah menarik dari Rasulullah yang perlu kita cermati dari sebuah hadits Abu Hurairah rodhiyallohu anhu dari nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika ada seorang sedang berjalan di sebuah padang yang luas tak berair, tiba-tiba dia mendengar suara dari awan (mendung), 'Siramilah kebun si fulan!' maka awan itu menepi (menjauh) lalu mengguyurkan airnya di tanah bebatuan hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ada saluran air dari saluran-saluran itu yang telah penuh dengan air. Maka ia menelusuri (mengikuti) air itu. Ternyata ada seorang laki-laki yang berada di kebunnya sedang mengarahkan air dengan cangkulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dia bertanya, 'Wahai hamba Allah, siapakah nama anda?' dia menjawab, 'Fulan'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah nama yang didengar dari awan tadi. Kemudian orang itu balik bertanya, 'Mengapa anda menenyakan namaku?' dia menjawab, 'Saya mendengar suara dari awan yang ini adalah airnya, mengatakan Siramilah kebun si fulan! yaitu nama anda. Maka apakah yang telah anda kerjakan dalam kebun ini?'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab, 'Karena anda telah mengatakan hal ini maka akan saya ceritakan bahwa saya memperhitungkan (membagi) apa yang dihasilkan oleh kebun ini; sepertiganya saya sedekahkan; sepertiganya lagi saya makan bersama keluarga dan sepertiganya lagi saya kembalikan lagi ke kebun (ditanam kembali). HR. Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan aku jadikan sepertiganya untuk orang-orang miskin dan peminta-minta serta ibnu sabil (orang yang sedang dalam perjalanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa apa yang kita infaqkan di jalan Allah akan mendapatkan balasan langsung di dunia, kalaupun belum ia akan kita dapatkan yang lebih baik lagi di akhirat kelak. Jangan khawatir harta kita berkurang, yakinlah ia akan bertambah dan menjadi barokah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (Al-Baqarah: 245).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir. Pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) dan Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 261).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya;&lt;br /&gt;1. Tidak berkurang harta karena shodaqoh,&lt;br /&gt;2. Tidak teraniaya seorang hamba dengan aniaya yang ia sabar atasnya, melainkan Alalah Azza Wajalla menambahkan kemuliaan, dan&lt;br /&gt;3. Tidak membuka seorang hamba pintu permintaan melainkan Allah membuka atasnya pintu kefakiran" (HR Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada pagi hari, melainkan ada dua malaikat yang turun, kemudian salah satunya berkata (berdo’a) : “Ya Allah, berilah pengganti bagi orang yang berinfak”, sedangkan yang lain berdo’a :”Ya Allah, timpakanlah kepada orang yang kikir (tidak berinfak) kehancuran” [Muttafaqun alaih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kita hari menginfaqkan sebagian dari harta kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1816360906428443657?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1816360906428443657/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/harta-bertambah-dan-menjadi-barakah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1816360906428443657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1816360906428443657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/harta-bertambah-dan-menjadi-barakah.html' title='Harta bertambah dan menjadi barakah dengan shodaqoh'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1488476777483070509</id><published>2009-05-22T07:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T07:09:28.102-07:00</updated><title type='text'>BIOLA TERMAHAL DI DUNIA</title><content type='html'>&lt;h2 class="subject"&gt;Sebuah biola Stradivarius memecahkan rekor lelang termahal di balai lelang Christie.&lt;br /&gt;Biola ini dikenal dengan julukan "The Hammer" alias "si Palu". Dinamakan demikian karena pernah dimiliki oleh Christian Hammer, seorang kolektor Swedia pada abad ke 19.&lt;br /&gt;Biola Stradivarius ini telah berumur hampir 300 tahun, telah memecahkan rekor harga termahal yang pernah dibayarkan untuk sebuah alat musik. Terjual pada hari Rabu 17 Mei 2006 di balai lelang Christie New York, dengan harga fantastis US$ 3.5 Juta setara dengan 280 Milyar Rupiah.&lt;br /&gt;Instrumen musik ini dibuat pada tahun 1707, yang telah mengalahkan harga penjualan sebuah biola Stradivarius yang lain pada tahun 2003, seharga US$ 2.03 Juta.&lt;br /&gt;Pembelinya tidak disebutkan namanya, tetapi sumber dari balai lelang Christie New York menyebutkan dia adalah seorang pencinta dan pelindung seni musik klasik. Selama ini biola tersebut dimiliki oleh seseorang, yang sering meminjamkannya kepada orkestra ternama didunia.&lt;br /&gt;Lelangnya sendiri berlangsung amat menegangkan, dengan reaksi-reaksi tercengang diperlihatkan oleh para penonton yang menyaksikan lelang tersebut. Tepukan yang amat meriah terdengar pada waktu tawaran mencapai US$ 3 Juta.&lt;br /&gt;"Saya harus mengakui bahwa saya hampir tidak dapat bernapas pada waktu menyaksikan lelang tersebut," kata Kerry Keane, kepala dari departemen instrumen musik balai lelang Christie. Dia mengatakan bahwa biola ini akan terus dimainkan pada konser-konser musik klasik mendatang diseluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antonio Stradivari adalah seorang pembuat biola paling ternama dalam sejarah.&lt;br /&gt;Dia telah membuat lebih dari 1000 biola, viola, cello dan violoncellos. Hasil kerja Stradivari yang paling belakangan telah menghasilkan alat-alat musik terbaik yang amat di gandrungi oleh para pemusik dunia. "Biola ini menghasilkan suara indah, yang tidak dapat disaingi oleh pembuat biola manapun," kata Mr. Keane. "Apabila dimainkan, anda dapat mendengar suara biola ini dari tempat duduk baris paling depan, maupun dari tempat duduk paling murah dibelakang,"&lt;br /&gt;Biola "The Hammer" ini dibuat pada masa keemasan Stradivari 1700-1720, yang kemudian dibawa ke Amerika pada tahun 1911.&lt;br /&gt;Sebelum lelang, balai lelang Christie memperkirakan harga biola ini antara US$ 1.5 Juta sampai US$ 2.5 Juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAAT&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1488476777483070509?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1488476777483070509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/biola-termahal-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1488476777483070509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1488476777483070509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/biola-termahal-di-dunia.html' title='BIOLA TERMAHAL DI DUNIA'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-2757709471473013748</id><published>2009-05-22T07:04:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T07:05:18.835-07:00</updated><title type='text'>Kalimat yang baik</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Shalawat dan salam teruntuk teladan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang istiqomah mengikutinya hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;yang telah menyatakan Aku Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah dalam surat Ibrahim ayat 24 - 27:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,&lt;br /&gt;25. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.&lt;br /&gt;26. Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.&lt;br /&gt;27. Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan Ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang dia kehendaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[786] termasuk dalam Kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti Laa ilaa ha illallaah.&lt;br /&gt;[787] termasuk dalam Kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.&lt;br /&gt;[788] yang dimaksud ucapan-ucapan yang teguh di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah itu ucapan yang terbaik? Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 30 - 36 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, Maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang Telah dijanjikan Allah kepadamu".&lt;br /&gt;31. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta.&lt;br /&gt;32. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;33. Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?"&lt;br /&gt;34. Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah Telah menjadi teman yang sangat setia.&lt;br /&gt;35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.&lt;br /&gt;36. Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, Maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara mendakwahkannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. An-Nahl : 125)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[845]. Hikmah: ialah perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah para pelakunya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran : 104)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[217]. Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-2757709471473013748?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/2757709471473013748/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kalimat-yang-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2757709471473013748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2757709471473013748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kalimat-yang-baik.html' title='Kalimat yang baik'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1265884388797305175</id><published>2009-05-22T06:59:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Menjaga diri dan Keluarga dari Api Neraka</title><content type='html'>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Shalawat dan salam teruntuk teladan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang istiqomah mengikutinya hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku...&lt;br /&gt;yang telah menyatakan Aku Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa pentingnya bagi diri ini untuk senatiasa melakukan pembinaan pribadi terhadap diri sendiri. Kita harus bisa memaksa diri ini untuk terbiasa melakukan amal shaleh. Kalau bukan diri kita, lalu siapa? terkadang setiap orang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku yang istiqomah dengan keimanannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai dari diri kita untuk bisa menegakkan shalat malam. Kemudian kita ajak orang yang terdekat dengan kita. Keluarga kita. Saudara-saudara kita. Teman-teman kita. dan semua manusia yang bisa terjangkau dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah merahmati kita semua. Memberikan kekuatan kepada kita. Memberikan kesehatan. Keselamatan, keberkahan dalam hidup. Menjadi orang yang sukses bukan hanya secara materi dan keilmuan saja tapi secara spiritual kita sukses membangun interaksi yang terdekat dengan Allah. Bahagia di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim : 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha: 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya[906] untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. (QS. Maryam: 54-55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[906]. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ahlinya ialah umatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218], laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab: 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1218]. Yang dimaksud dengan muslim di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya, sedang yang dimaksud dengan orang-orang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,&lt;br /&gt;“Semoga Allah merahmati seorang pria yang bangun malam kemudian dia shalat dan membangunkan istrinya juga untuk shalat. Jika istrinya enggan bangun, dia memerciki air ke wajah istrinya. Semoga Allah juga merahmati seorang wanita yang bangun malam kemudian dia shalat dan membangunkan suaminya juga untuk shalat. Jika suaminya enggan bangun, dia memerciki air di wajah suaminya.”&lt;br /&gt;(HR. Abu Daud no. 1308, An Nasa’i no. 1610, dan Ibnu Majah no. 1336. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if At Targib wa At Tarhib no. 625 mengatakan bahwa hadits ini hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengabarkan: “Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat malam sedangkan aku tidur dalam keadaan melintang di atas tempat tidurnya. Bila beliau hendak shalat witir beliau pun membangunkan aku, maka aku pun mengerjakan witir.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummu Salamah radhiallahu ‘anha, istri beliau yang lain juga berkisah: “Suatu malam Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam terbangun. Beliau bersabda: “Maha suci Allah, fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini dan perbendaharaan apakah yang diturunkan pada malam ini? Siapakah yang akan membangunkan para penghuni kamar-kamar itu. Berapa banyak orang yang berpakaian di dunia ini namun di akhirat ia telanjang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendatanginya dan Fathimah putri Nabi, seraya berkata: “Tidakkah kalian berdua bangun untuk mengerjakan shalat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1265884388797305175?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1265884388797305175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/menjaga-diri-dan-keluarga-dari-api.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1265884388797305175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1265884388797305175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/menjaga-diri-dan-keluarga-dari-api.html' title='Menjaga diri dan Keluarga dari Api Neraka'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5159741243588447555</id><published>2009-05-22T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:58:52.728-07:00</updated><title type='text'>5 Hal Pengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan</title><content type='html'>Dalam kehidupan ini, setiap manusia pastilah tidak menginginkan kekalahan. Hal ini sebenarnya wajar dan tidak perlu takut pada saat menghadapinya. Ketakutan akan kekalahan akan membuat Anda menjadi pribadi yang rapuh. Kerapuhan di dalam diri Anda akan membuat Anda berbuat hal-hal yang tidak benar untuk meraih sebuah kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda sebenarnya tidak perlu takut dengan kekalahan karena untuk mengatasi hal ini yang perlu diketahui adalah seninya. Berikut ini ada beberapa tips yang perlu Anda ketahui dan terapkan dalam setiap kehidupan Anda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pelajarilah kemunduran (setback) untuk menempuh jalan ke arah keberhasilan. Jika anda kalah atau rugi, belajarlah dari kekalahan atau kerugian anda itu dan berusahalah untuk menang di lain waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Milikilah keberanian untuk menjadi pengkritik diri Anda sendiri. Carilah kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan Anda, lalu perbaikilah. Ini akan membuat Anda menjadi pribadi yang profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan Sekali-kali menyalahkan "Nasib Buruk". Cari dan temukanlah apa yang menyebabkan kegagalan itu terjadi, sebab jika hanya bisa menyalahkan maka hal itu tidak akan pernah membawa Anda pada tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gabungkanlah ketekunan dan eksperimen-eksperimen baru. Jangan ubah tujuan Anda dan jangan pula membenturkan kepala Anda pada tembok. Cobalah pendekatan-pendekatan baru serta buatlah eksperimen-eksperimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ingat, bahwa selalu ada segi baik/positif dan hikmah dalam setiap situasi. Temukan, ketahui, dan lihatlah segi positifnya dan hilangkan rasa keputusasaan dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima tips diatas sangatlah bergantung kepada bagaimana Anda menjalaninya dalam kehidupan Anda. Saat mulai menerapkan kelima tips diatas maka setiap pekerjaan atau usaha yang Anda jalankan pun akan dilakukan dengan hal-hal yang benar serta hasil yang didapatkan pun akan berlimpah-limpah seperti Ayub yang diberkati oleh Allah setelah dia sanggup keluar dari ujian hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat melihat dan menikmati keindahan 'seni kekalahan menjadi kemenangan' tersebut di dalam kehidupan Anda!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: salamsuper.com/bm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari http://www.jawaban.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5159741243588447555?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5159741243588447555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/5-hal-pengubah-kekalahan-menjadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5159741243588447555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5159741243588447555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/5-hal-pengubah-kekalahan-menjadi.html' title='5 Hal Pengubah Kekalahan Menjadi Kemenangan'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8914214179338172686</id><published>2009-05-22T06:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:58:19.317-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Tragedi dan Skandal Pendidikan Kita</title><content type='html'>Tragedi dan Skandal Pendidikan Kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaim Saidi&lt;br /&gt;Direktur Tabung Wakaf Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa reaksi Anda membaca berita ini: biaya pendidikan tinggi kita sampai strata 1 (sarjana), segera mencapai di atas Rp 500 juta. Mulai dari Universitas Indonesia di Jakarta sampai Universitas Hassanudin (Unhas) di Makasar, seolah berlomba mematok tarif tinggi. Uang pangkalnya saja, untuk Fak. Kedokteran UI, misalnya, adalah Rp 400 juta, sedang SPP Fak Kedokteran Unhas total Rp 100 juta. Memang ini untuk jalur “nonsubsidi”, tapi biaya kuliah jalur biasa pun akan mencapai puluhan juta rupiah.&lt;br /&gt;Padahal, biaya mahal pendidikan ini bukan hanya di tingkat perguruan tinggi. Banyak sekolah, termasuk ’Sekolah-Sekolah Islam’, di sekitar kita kini menjajakan dagangan bertarif premium. Sudah biasa kalau uang pangkal yang dipasang untuk jenjang dari Pra-TK, TK, SD, SLTP, sampai SLTA, secara total mencapai Rp 100-Rp 150 juta. SPP sudah tergolong standar kalau dipatok Rp 750 ribu-Rp 1.5 juta/bulan. Maka, untuk meluluskan seorang anak sampai SLTA, orang tua harus membayar sampai Rp 200-300 juta. Untuk sampai sarjana pun total biaya bisa mencapai Rp 700 – Rp 800 juta/anak! Bagaimana kalau dua, tiga, atau lebih banyak anak lagi?&lt;br /&gt;Sementara itu lihatlah hasilnya: data Biro Pusat Statistik menunjukkan fakta bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang di negeri ini semakin tinggi kemungkinan menganggurnya. Persentase sarjana yang menganggur lebih tinggi dari lulusan D3, yang lebih tinggi dari lulusan D2, begitu seterusnya. Sebabnya, bukan karena alasan link and match, kesesuaian keahlian dan kesempatan kerja, yang tak terpenuhi, melainkan karena semakin tinggi pendidikan sesorang semakin dungu life-skill-nya (keprigelan hidup). Padahal, bukankah keprigelan hidup itu adalah fitrah seseorang? Bukankah ini menunjukkan bahwa ’pendidikan’ yang dijajakan pada kita saat ini justru merusak kapasitas fitrah anak-anak kita? Dan harus dibayar dengan mahal pula?&lt;br /&gt;Islam mengajarkan kita sesuatu yang berbeda. Rasulullah SAW menegaskan bahwa penularan pengetahuan, pengajaran dan pendidikan, merupakan bagian dari layanan sosial. Membagi pengetahuan adalah sedekah jariah. Universitas-universitas Islam, seperti Al Azhar di Cairo, Zaituna di Tunis, Qarawiyyin di Fez, dan Nizamiyya di Bagdad, adalah contoh-contoh penyedia layanan pendidikan bermutu dan sepenuhnya dibiayai oleh wakaf. Kebutuhan seluruh civitas academica di situ, baik untuk kegiatan akademik maupun kehidupan pribadi, dijamin oleh institusi wakaf. Tidak perlu kita katakan lagi, tentu saja, pesantren dan madrasah-madrasah kita di masa lalu, dalam konteks dan sekala berbeda, mengalami hal serupa.&lt;br /&gt;Begitulah, satu bukti berjalannya amaliah kaum Muslimin, di mana pun mereka berada, adalah tersedianya pendidikan bermutu dan murah. Pendidikan mahal – apalagi tidak bermutu - bagi seorang Muslim adalah sebuah tragedi, dan bahkan skandal sekaligus. Betapa tidak?&lt;br /&gt;Pertama, Rasulullah SAW menyatakan bahwa satu di antara tiga sedekah jariah yang tidak putus pahalanya, selain membesarkan anak saleh dan menafkahkan harta-jariah, seperti telah disinggung sebelumnya, adalah amal ilmu pengetahuan. Dengan kata lain pendidikan itu sendiri, dan dengan demikian persekolahan itu sendiri, adalah sebentuk jariah. Menjadikan ilmu pengetahuan, pendidikan dan persekolahan, sebagai komoditi dagangan, dengan demikian, sangat menjauhi ajaran Rasul SAW. Kedua, keperluan sarana dan prasarana pendidikan, sebagai bagian tak terpisahkan dari jariah pengetahuan, seharusnya dipenuhi pula dari jariah pula, yakni harta wakaf.&lt;br /&gt;Kalau saat ini perwakafan kita dalam keadaan mati, atau salah kelola, tugas kitalah untuk menghidupkannya, atau merestorasinya, kembali. Bukan malah menggantikannya dengan memperdagangkan pengetahuan itu, yang seharusnya merupakan lahan jariah itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8914214179338172686?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8914214179338172686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/tragedi-dan-skandal-pendidikan-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8914214179338172686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8914214179338172686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/tragedi-dan-skandal-pendidikan-kita.html' title='Tragedi dan Skandal Pendidikan Kita'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-4729384486879436234</id><published>2009-05-22T06:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:49:13.414-07:00</updated><title type='text'>14 Tanda Mengejutkan Hidup Lebih Lama</title><content type='html'>Di abad 21 ini, perkiraan rata-rata manusia hidup paling lama adalah di kisaran usia 30 tahun. Sangat berbeda di masa lampau dimana rata-rata orang dapat bertahan hidup jauh lebih lama. Bagaimana memperkirakan perhitungan dramatis ini? Pertumbuhan dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pencegahan serta perawatan sakit-penyakit padahal berada di urutan tertinggi. Tetapi mungkin Anda tidak tahu bahwa apa yang tampaknya kebiasaan setiap hari yang tampaknya tidak penting, atau keadaan sekitar di masa lalu Anda, bisa mempengaruhi seberapa lama dan seberapa baik Anda hidup. Berikut, riset terbaru mengenai tanda-tanda Anda berusia panjang berdasarkan sains, ditambah tips bagaimana untuk tetap berada dalam jalur sehat yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ibu Anda memiliki Anda ketika ia masih muda.&lt;br /&gt;Jika ia berusia di bawah 25, Anda dua kali lipat kemungkinan berusia hingga 100 dibandingkan dengan seseorang yang lahir dengan ibu yang berusia lebih tua, menurut para ahli dari Universitas Chicago. Mereka memperkirakan ibu-ibu yang berusia muda memiliki sel telur keturuanan yang lebih sehat untuk beranak cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda adalah pecinta teh.&lt;br /&gt;Baik teh hijau dan hitam mengandung dosis konsentrasi tinggi dari yang dapat menolong darah menjadi rileks dan melindungi jantung Anda. Dalam sebuah studi pada lebih dari 40.500 pria dan wanita Jepang, mereka yang meminum 5 atau lebih cangkir teh hijau setiap harinya memiliki resiko lebih rendah untuk meninggal akibat serangan jantung dan stroke. Studi lain yang melibatkan teh hitam juga menunjukkan hasil yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anda suka untuk berjalan kaki.&lt;br /&gt;Orang yang "fit" - didefinisikan sebagai orang yang berjalan 30 menit dalam sehari - hidup lebih lama empat kali dibandingkan mereka yang berjalan kurang dari itu. Hal yang serupa juga, wanita yang mengalami kelebihan berat badan bisa meningkatkan kesehatan jantung mereka dengan menambahkan 10 menit berjalan dalam aktifitas mereka di rutinitas sehari-hari. Maka berjalanlah sewaktu jam makan siang Anda, lakukanlah putaran ketika sedang menunggui anak Anda berlatih bermain bola di lapangan - carilah cara-cara untuk lebih banyak bergerak, setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anda menghindari soda (bahkan diet).&lt;br /&gt;Para ahli di Boston menemukan bahwa meminum satu atau lebih cola biasa atau yang diet setiap hari melipatkan resiko Anda dari sindrom metabolisme - seperti tekanan darah tinggi, kadar insulin yang naik, dan lemak yang berlebihan pada pinggang, yang dapat meningkatkan kemungkinan penyakit jantung dan diabetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anda memiliki kaki-kaki yang kuat.&lt;br /&gt;Bagian bawah tubuh yang kuat diterjemahkan menjadi keseimbangan yang baik, fleksibilitas, dan daya tahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anda memakan makanan berwarna ungu.&lt;br /&gt;Sekantung anggur, bluberi, anggur merah: warna yang padat dan kaya yang mereka dapatkan dari polyphenols - senyawa yang mengurangi resiko serangan jantung dan juga dapat melindungi melawan penyakit Alzheimer, menurut riset terbaru. Polyphenols menolong untuk menjaga saluran darah dan arteri agar tetap fleksibel dan sehat. "Apa yang baik untuk arteri koroner Anda juga baik untuk saluran darah pada otak Anda," ujar Robert Krikorian, PhA, direktur dari Cognitive Disorders Center pada Universitas Cincinnati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dahulu Anda adalah remaja yang memiliki berat badan yang sehat.&lt;br /&gt;Sebuah studi dari Journal of Pediatrics yang mengikuti 137 Afrika Amerika dari lahir hingga usia 28 menemukan bahwa kelebihan berat bada pada usia 14 tahun menaikkan resiko Anda untuk mengembangkan diabetes tipe 2 di usia dewasa. Orang dewasa yang mengidap diabetes adalah dua hingga empat kali lebih berkemungkinan mengembangkan penyakit jantung dibandingkan mereka yang tanpa kondisi itu, menurut American Heart Association.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Anda tidak menyukai burger.&lt;br /&gt;Memakan lebih dari 18 ons daging merah setiap minggunya menaikkan resiko Anda terkena kanker - tipe ketiga yang paling sering terkena di tengah masyarakat, menurut laporan besar dari American Institute for Cancer Research.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anda sudah pernah duduk di bangku kuliah.&lt;br /&gt;Sebuah studi terbaru dari Harvard Medical School menemukan bahwa orang dengan lebih dari 12 tahun pendidikan formal (bahkan jika itu hanya sampai dengan tahun pertama kuliah) hidup lebih lama 18 bulan daripada mereka yang memiliki tahun-tahun masa sekolah lebih sedikit. Mengapa? Semakin banyak pendidikan yang Anda miliki, semakin sedikit keinginan Anda untuk merokok. Faktanya, hanya sekitar 10 persen orang dewasa yang pernah kuliah merokok, dibandingkan dengan 35 persen dari mereka yang memiliki pendidikan sampai tingkat menengah atas atau dibawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Anda benar-benar menyukai teman-teman Anda.&lt;br /&gt;"Hubungan interpersonal yang baik dapat berlaku sebagai penyangga melawan stress," ujar Micah Sadigh, PhD, seorang associate professor psikologi di Cedar Crest College. Mengetahui bahwa Anda memiliki orang-orang yang mendukung Anda menjaga Anda tetap sehat, mental dan fisik. "Anda membutuhkan teman-teman yang Anda bisa bicara tanpa dihakimi atau dikritik," ujar Sadigh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Dan mereka juga sehat.&lt;br /&gt;Jika teman terdekat Anda menambah berat badan lebih, kemungkinan Anda melakukan hal yang sama dapat meningkat 57%, menurut sebuah studi pada New England of Journal of Medicine. "Untuk mengelola gaya hidup yang sehat, adalah penting untuk berhubungan dengan orang-orang yang memiliki gol yang sama," ujar Nicholas A. Christakis, MD, PhD, pemimpin riset ini. Bergabunglah dengan kelompok pengurang berat badan, atau berlatih dengan seorang teman untuk jalan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Anda memeluk tantangan-tantangan baru.&lt;br /&gt;Orang yang mendapatkan dirinya adalah orang yang bisa berdisiplin sendiri, seseorang yang organize hidup lebih lama dan memiliki resiko 89% lebih rendah untuk pengembangan Alzheimer dibandingkan yang kurang teliti, menurut dua studi. Ketika Anda baik saat memusatkan perhatian Anda, Anda menggunakan lebih kekuatan otak, ujar pemimpin riset dari kedua studi tersebut, Robert S. Wilson, PhD, seorang professor sains neurologikal dan psikologi pada Rush University Medical Center di Chicago. Buatlah gol-gol personal atau karir, dan tantang diri Anda untuk mencapainya dalam waktu tertentu. Juga, cobalah hal-hal baru untuk merangsang otak Anda: Jika Anda membaca fiksi, cobalah sekali-kali membaca otobiografi. Di hari selanjutnya, cobalah untuk mengingat tiga fakta yang Anda pelajari dari bacaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Anda tidak memiliki pengurus rumah tangga.&lt;br /&gt;Hanya dengan mem-vakum, mengepel lantai, atau me-lap jendela-jendela untuk lebih dari setengah jam, rata-rata setiap orang bisa membakar sekitar 285 kalori, menurunkan resiko kematian 30%, menurut sebuah hasil studi dari 302 orang dewasa di usia 70 dan 80an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Anda adalah penceria.&lt;br /&gt;Mereka memiliki pandangan positif dalam hidup, sebuah kepekaan akan tujuan dan komunitas, dan lebih sehat dari "para pengeluh" - sekitar 10% dari orang dewasa yang merasa tidak baik mengenai diri mereka sendiri. Kebanyakan dari kita berada di tengahnya. "Kita akan berjuang untuk berkembang, mencari makna dalam kehidupan kita," ujar Corey Keyes, PhD, seorang profesor sosiologi pada Universitas Emory. "Di Sardinia dan Okinawa, dimana orang hidup lebih lama, bekerja keras adalah penting, tetapi tidak lebih penting dari menghabiskan waktu bersama keluarga, menyirami spiritualitas, dan melakukan sesuatu bagi orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: prevention.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari &lt;a href="http://www.jawaban.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.jawaban.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-4729384486879436234?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/4729384486879436234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/14-tanda-mengejutkan-hidup-lebih-lama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/4729384486879436234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/4729384486879436234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/14-tanda-mengejutkan-hidup-lebih-lama.html' title='14 Tanda Mengejutkan Hidup Lebih Lama'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8127890820384384948</id><published>2009-05-22T06:47:00.001-07:00</published><updated>2009-05-22T06:47:59.356-07:00</updated><title type='text'>Sikap Terbaik dalam Keadaan Terburuk</title><content type='html'>Perjalanan kehidupan manusia tidaklah selalu berjalan mulus, tetapi pernyataan ini bukanlah berarti prinsip-prinsip yang dunia tawarkan harus Anda terima secara utuh. Maksud pernyataan awal yang ditulis pada kalimat awal dari tips berikut ini untuk mengingatkan bahwa hidup manusia pasti memiliki ‘batu-batu kerikil' untuk membuat orang tersebut menjadi pribadi yang diperbaharui hari demi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat disangsikan bahwa dalam kehidupan manusia pasti memiliki keadaan yang tidak diinginkan atau lebih sering disebut kondisi buruk, baik itu dalam masalah ekonomi, pekerjaan, keluarga. Intinya, kondisi tersebut merupakan kondisi dimana manusia pada umumnya tidak menyenangi berada di dalamnya. Tidak hanya kondisi buruk saja yang dapat terjadi, kondisi terburuk pun dapat terjadi bahkan mungkin pernah dialami oleh tiap manusia. Menjadi pertanyaan sekarang ini, bagaimana sikap Anda dalam menghadapi kondisi atau keadaan terburuk yang terjadi di dalam hidup Anda? Berikut tips-tipsnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jauhkan pikiran-pikiran negatif yang menyalahkan Tuhan atas kondisi Anda saat ini dan menyalahkan takdir Tuhan. Seringkali hal pertama apabila kita berada di dalam kondisi terburuk adalah menggerutu kepada Tuhan. Yang perlu Anda ingat, bahwa Tuhan tidak pernah setengah-setengah memberikan yang terbaik bagi manusia, ciptaanNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak pernah memberikan takdir buruk kepada manusia karena DIA adalah sang pencipta dan menyadari bahwa semua takdir itu baik, hanya kita lebih sering membatalkan perjalanan menuju kebaikan, karena kita lebih mengutamakan hal-hal yang melemahkan, meragukan dan menunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda harus kehilangan, kehilanganlah tentang hal-hal yang buruk. Sudut pandang Anda terhadap hal-hal buruk ini sangat berpengaruh kepada tindakan-tindakan Anda meresponi keadaan terburuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bawa serta Tuhan dalam menjalani kondisi terburuk Anda dan fokuskan kepada Apa yang Anda kerjakan untuk keluar dari masalah tersebut. Keterbatasan manusia merupakan hal yang pasti dirasakan dan disadari oleh dirinya dan itu adalah sebuah kunci Tuhan bekerja dalam hidup orang tersebut untuk membantu melewati keadaan tidak menyenangkan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang Anda sembah adalah Tuhan yang sanggup melakukan segala sesuatu, bahkan yang tidak mungkin sekalipun. Bagian manusia adalah melakukan apa yang bisa Anda lakukan untuk keluar dari keadaan tersebut. Konsep berserah diri kepada Tuhan janganlah dijadikan sebagai senjata hanya menunggu jawaban Tuhan,tetapi Anda juga harus melakukan sesuatu. Apa yang harus dilakukan? Lakukan hal-hal yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kondisi terburuk terjadi di dalam hidupnya, manusia tersebut jadi lupa dengan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukannya. Di dalam dirinya hanya terdapat rasa iri hati terhadap orang lain dan menggerutu. Jika Anda melakukan tindakan tersebut, percayalah kondisi Anda akan semakin jatuh dan jatuh. Jangan berfokus kepada tindakan tersebut, tetapi bila Anda saat ini bermasalah dengan rekan sekerja atau bisnis, lihatlah segala sesuatu yang baik tentangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu Anda ikhlaskan kualitas orang lain, kualitas orang lain tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi perayaan. Dan kemudian Anda berfokus pada apa yang bisa Anda kerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap yang Anda perlihatkan ketika sedang dalam kondisi terburuk akan menentukan lama tidaknya Anda keluar dari kondisi tersebut. Pilihan itu tergantung Anda!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : salamsuper.com/bm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari http://jawaban.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8127890820384384948?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8127890820384384948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sikap-terbaik-dalam-keadaan-terburuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8127890820384384948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8127890820384384948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sikap-terbaik-dalam-keadaan-terburuk.html' title='Sikap Terbaik dalam Keadaan Terburuk'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1841699293757407366</id><published>2009-05-22T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Indahnya Istiqamah</title><content type='html'>"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan ' Rabbunaa 'l-Laahu ' kemudian mereka istiqaamah (meneguhkan pendirian), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan),'Janganlah kalian takut dan janganlah kalian sedih dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepada kalian" (QS. Fush-shilat:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula bumi yang kita injak-injak, kita ludahi, kita penuh sesaki dengan sampah dan kotoran, adakalanya ia begitu indah menawan, menenteramkan hati dan adakalanya pula ia serasa menjauh, menolak kehadiran kita, dan iapun ciptaan Allah juga.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka adalah diantara ciptaan-ciptaan Allah yang tidak pernah lepas dari orbit kepatuhan, lintasan keta'atan dan posisi kepasrahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya istiqomah mereka.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketundukan mereka akan peranannya begitu wajar, keta'atan mereka adalah tidak dipaksakan. Tulus...Kita...??? Bagaimana dengan kita...???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meneguhkan pendirian bahwa Rabb kita adalah Allah dan memelihara konsisten kita sebagai hamba sahaya diantara hamba-hamba Allah lainnya adalah perjuangan yang berat. Dan seringkali ia harus dibayar mahal dengan menitiskan air mata, mengeluarkan keringat dan mengalirkan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perjuangan untuk tetap istiqomah harus berakhir dengan hancur remuknya tubuh di tiang salib (Khubaib bin 'Ady), atau dijerumuskan kedalam penggorengan panas yang telah penuh dengan minyak mendidih (Siti Masithoh), atau boleh jadi dengan rosaknya tubuh karena dipanggang dek panas matahari, dihentam habis-habisan dan ditusuk dengan tombak dari pangkal peha hingga ujung kepala (Sumaiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun....Mereka telah merasakan semerbaknya pengorbanan dan memetik buahnya yang ranum dan wangi. Mereka telah mereguk telaga kebahagiaan dan meraih kenyamanan taman syurgawi yang keni'matannya tak mungkin tertandingi oleh kehidupan kita sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana kita...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya ketika diperintah oleh RasululLaah SAW untuk "Amantu bi 'l-Laahi, tsumma 'staqim", maka sikap kita mungkin akan sama seperti Sufyaan bin 'Abdi 'l-Laahi iaitu dengan statement ini kita akan sibuk dan terlalu sibuk untuk tetap berupaya istiqomah dengan keimanan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan keimanan itu memerlukan penjelmaan, meminta bukti dan menuntut 'amal sholih. Memang pembuktian itu tidak harus selalu identik dengan kekerasan,keterlaluan atau penyiksaan bahkan pembunuhan, namun kalaupun itu terjadi maka sudah sewajarnyalah kita menerimanya dan meni'mati pengorbanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengorbanan (At-Tadhhiyyah) adalah hak setiap muslim. Setiap muslim sudah sewajarnya menuntut hak dirinya dan merelakan tubuhnya menjadi bukti pengorbanannya dalam rangka istiqomah dengan keimanannya kepada Allah SWT yang mencipta, memberi rezeqi sekaligus membeli setiap diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomah merupakan bukti tekad untuk tetap berjalan fii Sabiili 'l-Laah serta perwujudan akhlaqu 'l-kariimah. Ia adalah konsisten, resisten dan persisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya jika kita dapat mengakhiri kehidupan yang penuh sandiwara dan fatamorgana ini dengan istiqomah di jalanNya. Jalan yang telah ditempuh oleh para Nabi dan Rasul, para Shiddiqqiin (golongan yang jujur dengan syahadahnya), para Shoolihiin (golongan orang-orang yang sholih dan senantiasa menebar kesholihan) dan penerus-penerusnya. Jalan yang menurut budak-budak nafsu dan hamba-hamba syaitan adalah jalan yang penuh onak duri, menyengsarakan, dan bodoh, namun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kami ia adalah satu-satunya jalan yang menghantarkan kami kepada mardhoti 'l-Laah, jannahNya dan sudah pasti jalan yang indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Diantara orang-orang yang beriman ada orang-orang benar dengan janjinya kepada Allah. Diantara mereka ada yang telah menunaikan janjinya (menemui syahidnya) dan diantara mereka ada yang masih menunggu-nunggu (untuk menemui syahidnya) dan sama sekali mereka tidak mengubah janjinya." (QS. Al-Ahzab:23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangkah indahnya istiqomah itu... Wa 'l-Laahu a'lam bi 'sh-Showaab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber:kompilasi materi ceramah,dakwah,dan tarbiyah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1841699293757407366?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1841699293757407366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/indahnya-istiqamah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1841699293757407366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1841699293757407366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/indahnya-istiqamah.html' title='Indahnya Istiqamah'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5847500068418331686</id><published>2009-05-22T06:23:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.726-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Penggemar Shalat Malam (facebook group)</title><content type='html'>&lt;div class="column body" id="scroll_here"&gt;&lt;div class="text"&gt;Segala puji hanya milik Allah Rab semesta alam, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada teladan kita Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga sahabat dan orang-orang yang istiqomah hingga akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk saudara-saudaraku yang telah Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan salam atas kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang yang menjadi tergerak dan terdorong melakukan sesuatu karena adanya kata-kata yang tersusun dalam kalimat yang baik. Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang tergabung di sini. Mudah-mudahan ini menjadi media kita untuk saling mengingatkan, menguatkan, saling mendoakan. Kalaulah orang lain berhimpun dalam suatu kemaksiatan yang banyak penggemarnya. Mengapa kita yang ingin senantiasa terus berusaha memperbaiki diri tidak berhimpun dalam suatu komunitas juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan di sini kita bukan sekadar kumpul. Bukan sekadar mengungkapkan kata, tapi bagaimana kata-kata itu memiliki makna yang mendalam.Kata-kata yang mampu menimbulkan daya gugah dan daya gerak yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Shalat Malam yang baik.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa lemahnya diri ini dalam pengabdian kepada Rabb semesta alam yang telah menjadikan kita dapat melihat indahnya dunia. Dia telah memberikan kita pendengaran yang kita mampu menikmati merduanya suara. Memberikan Kedua Kaki yang kita gunakan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Memberikan kita tangan. Memberikan jari jemari yang bisa kita fungsikan untuk berbagai hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapakah kita terkadang lupa dengan semuanya. Lalu mengapakah kita jadi ingat ketika musibah itu datang. Apakah harus disadarkan lewatkan musibah. Kita adalah sesuatu yang unik. Kita punya sifat lupa dan perlu ada yang mengingatkan. Kita memiliki kemampuan terbatas, sehingga perlu ada yang lain untuk saling melengkapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Shalat Malam yang baik.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sengaja halaman ini dibuat agar memotivasi diri ini untuk bisa melaksanakan shalat malam. Saya sadar bahwa diri ini bukanlah orang yang senantiasa rutin tanpa putus melaksanakan shalat malam. Kita memiliki saat-saat yang memang kita tak sempat sama sekali untuk bisa melaksanakannya. Tapi adakah alasan bagi kita untuk tidak melaksanakannya hanya karena ini ibadah sunnah yang bila dikerjakan mendapat pahala dan bila tidak, tidak mendapat dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Shalat Malam yang baik.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata amalan sunnah bukan hanya shalat malam. Masih banyak amalan-amalan sunnah lain yang bisa kita lakukan untuk mengumpulkan investasi yang sangat menguntungkan. Melalui media ini saya mohon maaf bila apa yang saya ungkapkan kurang berkenan. Saya juga mohon maaf bila anda akan menerima tulisan ini untuk yang kesekian kalinya karena saya juga akan mengungkapkan hal ini pada halaman dan grup di facebook. Adapun halaman dan grup yang saya kelola adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Yuk Shalat Dhuha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman : &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Yuk-Shalat-Dhuha/75591562882" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/pa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ges/Yuk-Shalat-Dhuha/75591&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;562882&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;grup : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=69759006096" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oup.php?gid=69759006096&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog : &lt;a href="http://shalatdhuha.blogspot.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://shalatdhuha.blogspo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;t.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shalat Malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman: &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Shalat-Malam/94870606281?ref=mf" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/pa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ges/Shalat-Malam/948706062&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;81?ref=mf&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grup : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=65979505119" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oup.php?gid=65979505119&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog : &lt;a href="http://shalatmalam.blogspot.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://shalatmalam.blogspo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;t.com/&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu Ada Jalan Keluar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman : &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Selalu-Ada-Jalan-Keluar/85536947090" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/pa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ges/Selalu-Ada-Jalan-Kelua&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;r/85536947090&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grup : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=127151005386" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oup.php?gid=127151005386&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog : &lt;a href="http://adajalankeluar.blogspot.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://adajalankeluar.blog&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;spot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tarbiyah Dzatiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman : &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Tarbiyah-Dzatiyah/190095465480" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/pa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ges/Tarbiyah-Dzatiyah/1900&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;95465480&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grup : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=66129837649" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;oup.php?gid=66129837649&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog : &lt;a href="http://pembinaanpribadi.blogspot.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://pembinaanpribadi.bl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;ogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kaya Materi, Kaya Pemikiran, Kaya Spiritual. Mau?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halaman : &lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Kaya-Materi-kaya-Pemikiran-Kaya-Spiritual-Mau/99439881536" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/pa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;ges/Kaya-Materi-kaya-Pemik&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;iran-Kaya-Spiritual-Mau/99&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;439881536&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Grup : &lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=66013381367#/group.php?gid=66013381367" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;oup.php?gid=66013381367#/g&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;roup.php?gid=66013381367&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Blog : &lt;a href="http://mengapakaya.blogspot.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://mengapakaya.blogspo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;t.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan sekalian yang saya kenal maupun belum saya kenal. Apa yang telah diungkapkan di sini benar-benar memberikan pencerahan, mendapatkan ilmu baru. Diri ini seolah-olah mendapatkan suplay energi yang tidak pernah habis untuk senantiasa memproduksi nilai-nilai kebaikan. Setiap kita mudah-mudahan akan senantiasa tergerak untuk berbuat amal shaleh. Saling tolong menolong, saling mendoakan, saling menguatkan. Saling memotivasi. Ayo kita berlomba-lomba dalam kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun kita belum pernah atau masih jarang untuk mengerjakan yang sunnah, mudah-mudahan kita akan menjadi tergerak atas doa rekan-rekan yang lain. Terbantu oleh mereka yang telah kita rekomendasikan bergabung di sini. Mari kita jadikan kumpulan ini yang akan mengantarkan kita pada kumpulan yang abadi. Kumpulan yang akan mengantarkan pada kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah….&lt;br /&gt;janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggemar Shalat Malam yang baik.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruntuk saudara-saudaraku yang telah Ridha Allah sebagai Rabb, Islam sebagai dien, dan Nabi Muhammad sebagai Nabi Rasul Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuucapkan salam penutup atas kalian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5847500068418331686?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5847500068418331686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/penggemar-shalat-malam-facebook-group.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5847500068418331686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5847500068418331686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/penggemar-shalat-malam-facebook-group.html' title='Penggemar Shalat Malam (facebook group)'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7397375755560662794</id><published>2009-05-22T06:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:15:14.096-07:00</updated><title type='text'>Kura-Kura Membalas Budi</title><content type='html'>Meskipun mendapat pengaruh sesudah lahir dan berbagai macam kebiasaan buruk menjadi hal biasa, sifat baik hati harus tetap dijaga. Sebagian besar orang akan tergugah jika melihat kebaikan seseorang, dan akan merasa kasihan jika melihat pemandangan kejam menyiksa makhluk hidup, dan ini adalah penampakan sifat dasar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda tinggal bersama dengan ayahnya, mereka hidup dengan menggantungkan pada sebidang tanah garapan yang sempit. Walaupun hidup miskin, tetapi, sang ayah orang yang baik dan anaknya sangat berbakti, mereka hidup tenang dan tentram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun demi tahun waktu berlalu, usia sang ayah semakin senja, dan perlahan-lahan kekuatan tubuhnya juga semakin lemah. Meskipun ladang mereka tidak luas, namun, jika hanya bergantung pada seorang pemuda untuk menggarapnya, tetap saja harus menguras tenaga. Suatu ketika, sang ayah mengambil sejumlah uang yang ditabungnya selama bertahun-tahun, dan menyuruh anaknya membeli seekor sapi di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berjalan ke pasar hewan, sewaktu sampai di sebuah sungai, karena merasa lelah, lalu ia duduk di atas batu untuk istirahat sejenak. Sayup-sayup dari kejauhan terdengar suara canda sejumlah anak kecil, ia merasa penasaran, lalu mencari sumber suara itu, dan melihat beberapa bocah itu memegang bambu mengetuk-ngetuk batu. Anehnya, batu-batu itu seperti bernyawa, begitu dilihat dengan seksama, ternyata adalah 5 ekor kura-kura, yang satu agak besar, sedangkan 4 ekor lainnya lebih kecil sepertinya anak-anaknya. Para bocah itu membalikkan kura-kura itu seperti bermain gasing sehingga membuat kura-kura itu berputar-putar, bahkan mengetuk mereka dengan bambu, memaksa mereka menyundulkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu merasa tidak tega melihat kelakuan bocah-cocah nakal itu terhadap kura-kura, lalu berkata pada mereka, “Mengapa kalian mempermainkan kura-kura? Mereka juga makhluk bernyawa, bisa merasakan sakit dan takut, kan!” Dengan kesal anak-anak itu berkata “Susah payah kami baru berhasil menangkap induk kura-kura dan anak-anaknya, terserah mau kami apakan, tidak ada urusannya denganmu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu lalu dengan sengaja menggunakan cara yang lebih kejam menyiksa kura-kura tersebut, memukulkan benda kearah mereka, pemuda itu lalu berkata “Jika anak-anak melihat orang tuanya disiksa orang lain, dalam hati pasti merasa sedih. Orang tua juga akan merasa sangat sedih bila melihat anak-anaknya mendapat musibah! Lebih baik lepaskanlah induk kura-kura dan anak-anaknya itu! Jangan disakiti!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak itu tetap saja acuh tak acuh, bahkan mengikat ke lima kura-kura itu dengan tali dan diayun kesana kemari. Si pemuda itu lalu bertanya pada mereka, hendak diapakan kura-kura itu? Mereka bilang mau dijual, pemuda itu bertanya mau dijual berapa? Dan tanpa pikir lagi, mereka mengatakan sebuah jumlah yang cukup besar. Pemuda itu meraba-raba uang yang ditaruh di dalam tas pinggangnya? jika uang ini diberikan kepada mereka, maka tidak bisa lagi membeli seekor sapi yang diminta ayahnya. Tapi, ia benar-benar tidak tega melihat kura-kura itu disiksa, lantas dengan belas kasih memberikan semua uangnya kepada anak-anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat anak-anak itu pergi jauh, si pemuda itu lalu berjongkok dan dengan hat-hati melepaskan tali yang mengikat tubuh kura-kura tersebut, dan satu demi satu mereka dibawa ke pinggir sungai supaya bisa kembali ke lingkungan tempat mereka hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata, “Pergilah! Bila anak-anak jahat itu kembali lagi, kalian nanti kan celaka! Cepat pergilah! Biar saya tenang!” Seperti mengerti dengan maksud si pemuda, para kura-kura itu lalu berenang ke sungai, namun, begitu tiba di pusat sungai kura-kura itu kembali lagi berkali-kali seolah-olah hendak mengucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan kuatir karena menggunakan uang ayahnya untuk kepentingan lain, pemuda itu pulang. Setiba di rumah, si pemuda menceritakan kejadian yang dialaminya, dan setelah mendengar cerita dari anaknya dengan perasaan gembira ayahnya berkata, “Bagus sekali, kamu telah melakukannya dengan baik! Dengan uang itu telah menyelamatkan 5 ekor nyawa, lebih berharga daripada membeli seekor sapi! Kita masih sehat, dengan bekerja keras akan bisa mendapatkan kembali uang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam waktu itu, tiba-tiba ayah mendengar suara ketukan pintu depan rumahnya, begitu pintu dibuka di luar dugaan ternyata ada seekor sapi berdiri di depan pintu! Di leher sapi itu tergantung secarik kertas yang berbunyi: “Kura-kura telah mengumpulkan kepingan emas di pinggir sungai, dan menukarnya dengan seekor sapi untuk membalas kebaikan hati pemuda yang telah membantu menyelamatkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun cerita ini hanya sebuah legenda, namun dengan jelas telah menunjukkan adanya dua sikap yang berbeda dalam memperlakukan makhluk hidup. Sikap yang satu adalah secara kasar dan sewenang-wenang memperlakukan makhluk hidup lainnya, tidak menghiraukan pada ketakutan dan penderitaan mereka. Sebaliknya sikap yang satunya lagi adalah dengan perhatian yang besar mencintai dan menyayangi segala makhluk hidup meskipun mereka binatang, namun tetap harus dikasihi dan dihargai, mencurahkan perhatian atas hak dasar hidupnya.(erabaru.or.id)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari &lt;a href="http://erabaru.or.id/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://erabaru.or.id&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7397375755560662794?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7397375755560662794/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kura-kura-membalas-budi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7397375755560662794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7397375755560662794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kura-kura-membalas-budi.html' title='Kura-Kura Membalas Budi'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-3091723507864432627</id><published>2009-05-22T06:12:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>BERKAH SEBUAH KETAKWAAN</title><content type='html'>Ada seorang pemuda yang bertakwa, tetapi dia sangat lugu. Suatu kali&lt;br /&gt;dia belajar pada seorang syaikh. Setelah lama menuntut ilmu, sang syaikh&lt;br /&gt;menasihati dia dan teman - temannya : "Kalian tidak boleh menjadi beban&lt;br /&gt;orang lain. Sesungguhnya, seorang alim yang menadahkan tangannya kepada&lt;br /&gt;orang-orang berharta, tak ada kebaikan dalam diri-nya. Pergilah kalian&lt;br /&gt;semua dan bekerjalah dengan pekerjaan ayah kalian masing- masing.&lt;br /&gt;Sertakanlah selalu ketakwaan kepada Allah dalam menjalankan pekerjaan&lt;br /&gt;tersebut."&lt;br /&gt;Maka pergilah pemuda tadi menemui ibunya seraya ber-tanya: "Ibu, apakah&lt;br /&gt;pekerjaan yang dulu dikerjakan ayahku?" Sambil bergetar ibunya&lt;br /&gt;menjawab: "Ayahmu sudah meninggal. Apa urusanmu dengan pekerjaan ayah-mu?" Si&lt;br /&gt;pemuda ini terus memaksa agar diberitahu, tetapi si ibu selalu mengelak.&lt;br /&gt;Namun akhirnya si ibu terpaksa angkat bicara juga, dengan nada jengkel&lt;br /&gt;dia berkata: "Ayahmu itu dulu seorang pencuri?"!&lt;br /&gt;Pemuda itu berkata: "Guruku memerintahkan kami -murid-muridnya- untuk&lt;br /&gt;bekerja seperti pekerjaan ayahnya dan dengan ketakwaan kepada Allah&lt;br /&gt;dalam menjalankan pekerjaan tersebut."&lt;br /&gt;Ibunya menyela: "Hai, apakah dalam pekerjaan mencuri itu ada&lt;br /&gt;ketakwaan?" Kemudian anaknya yang begitu polos menjawab: "Ya, begitu kata&lt;br /&gt;guruku." Lalu dia pergi bertanya kepada orang-orang dan belajar bagaimana para&lt;br /&gt;pencuri itu melakukan aksinya. Sekarang dia mengetahui teknik mencuri.&lt;br /&gt;Inilah saatnya beraksi. Dia menyiapkan alat-alat mencuri, kemudian&lt;br /&gt;shalat Isya' dan menunggu sampai semua orang tidur. Sekarang dia keluar&lt;br /&gt;rumah untuk menjalankan profesi ayahnya, seperti perintah sang guru&lt;br /&gt;(syaikh). Dimulailah dengan rumah tetangganya. Saat hendak masuk ke dalam&lt;br /&gt;rumah dia ingat pesan syaikhnya agar selalu bertakwa. Padahal mengganggu&lt;br /&gt;tetangga tidaklah termasuk takwa. Akhirnya, rumah tetangga itu&lt;br /&gt;ditingalkannya. Ia lalu melewati rumah lain, dia berbisik pada dirinya: "Ini&lt;br /&gt;rumah anak yatim, dan Allah memperi-ngatkan agar kita tidak memakan harta&lt;br /&gt;anak yatim". Dia terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah seorang&lt;br /&gt;pedagang kaya yang tidak ada penjaganya. Orang-orang sudah tahu bahwa&lt;br /&gt;pedagang&lt;br /&gt;ini memiliki harta yang melebihi kebutuhannya. "Ha, di sini",&lt;br /&gt;gumamnya. Pemuda tadi memulai aksinya. Dia berusaha membuka pintu dengan&lt;br /&gt;kunci-kunci yang disiapkannya. Setelah berhasil masuk, rumah itu ternyata&lt;br /&gt;besar dan banyak kamarnya. Dia berke-liling di dalam rumah, sampai&lt;br /&gt;menemukan tempat penyim-panan harta. Dia membuka sebuah kotak, didapatinya&lt;br /&gt;emas, perak dan uang tunai dalam jumlah yang banyak. Dia tergoda untuk&lt;br /&gt;mengambilnya. Lalu dia berkata: "Eh, jangan, syaikhku berpesan agar aku&lt;br /&gt;selalu bertakwa. Barangkali pedagang ini belum mengeluarkan zakat&lt;br /&gt;hartanya. Kalau begitu, sebaiknya aku keluarkan zakatnya terlebih dahulu."&lt;br /&gt;Dia mengambil buku-buku catatan di situ dan menghidupkan lentera kecil&lt;br /&gt;yang dibawanya. Sambil membuka lembaran buku-buku itu dia menghitung.&lt;br /&gt;Dia memang pandai berhitung dan berpengalaman dalam pembukuan. Dia&lt;br /&gt;hitung semua harta yang ada dan memperkirakan berapa zakatnya. Kemudia dia&lt;br /&gt;pisahkan harta yang akan dizakatkan. Dia masih terus menghitung dan&lt;br /&gt;menghabis-kan waktu berjam-jam. Saat menoleh, dia lihat fajar telah&lt;br /&gt;menyingsing. Dia berbicara sendiri: "Ingat takwa kepada Allah! Kau harus&lt;br /&gt;melaksanakan shalat dulu!" Kemudian dia keluar menuju ruang tengah rumah,&lt;br /&gt;lalu berwudhu di bak air untuk selanjutnya melakukan shalat sunnah.&lt;br /&gt;Tiba-tiba tuan rumah itu terbangun. Dilihatnya dengan penuh keheranan, ada&lt;br /&gt;lentera kecil yang menyala. Dia lihat pula kotak hartanya dalam keadaan&lt;br /&gt;terbuka dan ada orang sedang melakukan shalat. Isterinya bertanya: "Apa&lt;br /&gt;ini?" Dijawab suaminya: "Demi Allah, aku juga tidak tahu." Lalu dia&lt;br /&gt;menghampiri pencuri itu: "Kurang ajar, siapa kau dan ada apa ini?" Si&lt;br /&gt;pencuri&lt;br /&gt;berkata: "Shalat dulu, baru bicara. Ayo pergilah berwudhu' lalu shalat&lt;br /&gt;bersama. Tuan rumah-lah yang berhak jadi imam".&lt;br /&gt;Karena khawatir pencuri itu membawa senjata si tuan rumah menuruti&lt;br /&gt;kehendaknya. Tetapi -wallahu a'lam- bagaimana dia bisa shalat. Selesai&lt;br /&gt;shalat dia bertanya: "Sekarang, coba ceritakan, siapa kau dan apa&lt;br /&gt;urusanmu?" Dia menjawab: "Saya ini pencuri". "Lalu apa yang kau per-buat dengan&lt;br /&gt;buku-buku catatanku itu?", tanya tuan rumah lagi. Si pencuri menjawab:&lt;br /&gt;"Aku menghitung zakat yang belum kau keluarkan selama enam tahun.&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah menghitungnya dan juga sudah aku pisahkan agar kau dapat&lt;br /&gt;memberikannya pada orang yang berhak", Hampir saja tuan rumah itu&lt;br /&gt;dibuat gila karena terlalu ke-heranan. Lalu dia berkata: "Hai, ada apa&lt;br /&gt;denganmu sebe-narnya. Apa kau ini gila?" Mulailah si pencuri itu bercerita&lt;br /&gt;dari awal. Dan setelah tuan rumah itu mendengar ceritanya dan mengetahui&lt;br /&gt;ketepatan serta kepandaiannya dalam menghitung, juga kejujuran&lt;br /&gt;kata-katanya, juga mengetahui manfaat zakat, dia pergi menemui isterinya.&lt;br /&gt;Mereka berdua dikaruniai seorang puteri. Setelah keduanya berbicara, tuan&lt;br /&gt;rumah&lt;br /&gt;itu kembali menemui si pencuri, kemudian berkata: "Bagaimana sekiranya&lt;br /&gt;kalau kau aku nikahkan dengan puteriku. Aku akan angkat engkau menjadi&lt;br /&gt;sekre-taris dan juru hitungku. Kau boleh tinggal bersama ibumu di rumah&lt;br /&gt;ini. Kau kujadikan mitra bisnisku." Ia menjawab: "Aku setuju." Di pagi&lt;br /&gt;hari itu pula sang tuan rumah memanggil para saksi untuk acara akad&lt;br /&gt;Nikah Puterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(alsofwa.or.id*)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-3091723507864432627?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/3091723507864432627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/berkah-sebuah-ketakwaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/3091723507864432627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/3091723507864432627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/berkah-sebuah-ketakwaan.html' title='BERKAH SEBUAH KETAKWAAN'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-8623023171357552461</id><published>2009-05-22T05:45:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T06:08:52.263-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Berulang</title><content type='html'>Suatu sore seekor kumbang bersusah payah mendorong-dorong kotoran gajah di suatu tanjakan yang terjal, tepat di muka sarang semut menuju sarang kumbang tersebut. Seekor semut mendekati sang Kumbang, seraya bertanya, ”Dimana Anda dapatkan makanan selezat itu Kumbang?”. ”Ada di suatu tempat yang cukup jauh, untuk mencapai tempat itu kita harus berjalan satu hari penuh”, jawab Kumbang terengah-engah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Maukah Anda membawa kami ke tempat itu?”, pinta Semut. ”Tentu, tapi untuk itu tolong dorong makanan lezat ini ke sarangku dulu. Nanti saya beri tahu bagaimana caranya mencapai tempat itu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Semut pun memanggil kawan-kawannya untuk bersama-sama mendorong kotoran gajah itu ke sarang Kumbang. Sebagaimana lazimnya pihak yang dibantu, sang Kumbang membagi-bagikan makanan ala kadarnya kepada semut-semut yang membantunya dengan janji akan bertemu kembali keesokan pagi harinya di tempat pengumpulan (gudang) makanan sang Kumbang, yang tempatnya sebenarnya tidak terlampau jauh dan sarang semut. Tentu saja sang Semut yang pertama kali melakukan pendekatan serta kemudian memobilisasi kawan-kawannya mendapat perhatian khusus. Karena jasa-jasanya itu ia mendapat makanan lebih dibandingkan semut-semut lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya gudang pengumpulan makanan itu adalah sarang gajah tempat di mana dengan sendirinya banyak kotoran gajah berserakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya berkumpulah para semut di gudang pengumpulan makanan sang Kumbang. Akan tetapi sang Kumbang tidak kunjung tiba. Sore hari baru terlihat sang Kumbang dengan terseok-seok datang sambil mendorong-dorong kotoran gajah. Dari jauh sang Kumbang sudah berseru: ”Bagaimana mau maju, kalau kalian malas! Keluar sarang saja terlalu siang!” Setelah mendekat sang Kumbang berteriak lagi: ”Pantas kalau tidak maju, sudah malas tidak punya inisiatif. Kalian lebih memilih menganggur seharian daripada berinisiatif mendorong makanan ini ke sarangku. Jangan takut, nanti kalian akan aku bagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali mereka bersama-sama mendorong kotoran gajah menuju sarang sang Kumbang. Dan sebelum pulang, seperti biasa semua dapat oleh-oleh dan tentunya sang Semut sebagai mobilisator mendapat oleh-oleh lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu sang Semut itupun diangkat sebagai ”koordinator” kegiatan pencarian kotoran yang merupakan makanan bagi Semut dan Kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya lebih pagi dari sebelumnya, kembali kawanan semut itu berkumpul di tempat yang sama dan ternyata kali inipun mereka masih kurang pagi. Sang Kumbang sudah lebih dahulu berangkat dan baru sore hari ia kembali. Akan tetapi karena takut disebut malas dan tidak punya inisiatif, maka kawanan semut itu tanpa disuruh mulai mendorong kotoran gajah itu ke sarang Kumbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah hari demi hari selanjutnya adegan yang sama kembali berulang. Sepagi apapun kawanan semut ini berkumpul, sang Kumbang ternyata masih lebih pagi lagi, sudah tidak ditemukan di tempatnya. Akhirnya karena sudah terbiasa melakukan hal-hal rutin seperti itu, maka kawanan semut tanpa terasa seolah-olah menjadikan kegiatan ini sebagai norma. Tanpa disuruh mereka berkumpul, tanpa diminta mereka mendorong kotoran gajah ke sarang Kumbang dan sore harinya sang Kumbang akan membagi-bagikan hadiah ala kadarnya kepada kawanan semut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seekor semut muda yang sangat kritis menyatakan protesnya kepada Semut koordinator, setelah ia melihat seekor gajah buang kotoran di gudang pengumpulan makanan Kumbang. Semut muda ini berkata setengah berbisik, ”Kita sudah ditipu oleh sang Kumbang, saya melihat sendiri gajah buang hajat di lokasi gudang. Jadi kotoran gajah itu bukan hasil si Kumbang dan gudang itu ternyata sarang gajah”. Semut koordinator kaget dan berkata, ”Hush jangan sampai sang Kumbang tahu kamu bicara seperti itu. Kalau sampai tahu, bisa susah kita. Nanti, kalau dia marah dia bisa suruh gajah-gajah itu buang hajat di tempat jauh. Kemana kita akan mencari makan?” serunya setengah melotot. ”Mana mungkin? atau mengapa tidak kita rebut saja gudang makanan itu” sang Semut koordinator menyanggah, ”Terus kalau sudah kita rebut, apa bisa kita mempertahankan gajah-gajah itu supaya tetap buang hajat di situ ? Sebaiknya kamu sadar, kita harus mengakui bahwa kita masih bodoh, belum siap untuk mengambil alih gudang itu. Kita harus belajar dulu, nanti kalau sudah siap baru kita tinggalkan Kumbang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meradang semut muda itu terpaksa menerima keterangan sang Semut koordinator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara kondisi pun kembali tenang. Perkembangan ini kemudian dilaporkan oleh Semut koordinator kepada sang Kumbang. Tentu saja sang Kumbang senang mendengarkan laporan itu dan memberi hadiah tambahan kepada Semut koordinator seraya berpesan bahwa ”kita harus waspada terhadap mereka yang ingin melanggar aturan dan keamanan yang sudah sama-sama kita nikmati serta kita sepakati, he..he..he..”. “Baik kawan, akan saya ingat pesan itu, he…he…he…” jawab sang Semut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketenangan ini tentu saja tidak berumur panjang karena perubahan yang dijanjikan oleh Semut koordinator tidak kunjung datang. Semut muda yang kritis tadi kembali melakukan gerakan, dimobilisasinya kawan-kawannya untuk melakukan pemboikotan. Ketika sedang mengangkut kotoran gajah ditanjakan yang terjal, mendadak dia bersama kawan-kawannya melakukan walk out, keseimbangan bawaannya menjadi terganggu dan kotoran itupun menggelinding bersama para pendukung sang Kumbang dan terhempas hancur berantakan seraya menimpa sang Kumbang di lembah yang kotor dan bau penuh dengan kotoran gajah yang nista dan najis itu. Sang Kumbang bersama para pengintainya mati di dalam kotoran yang menjijikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah setelah sang Kumbang beserta pengikutnya mati, maka gajah-gajah itu memindahkan sarangnya? Tentu saja tidak. Apakah semut-semut itu kemudian kekurangan makanan? Tentu saja tidak. Malapetaka baru timbul ketika semut muda yang kritis itu kemudian mengangkat dirinya menjadi koordinator dan dengan taktik penjajah mengatur pembagian makanan seolah-olah dialah penyelamat kawanan semut itu dan satu-satunya penguasa serta tidak ada lagi semut lain yang mampu menandinginya. Dia kemudian menggantikan kedudukan sang Kumbang dan bertingkah laku persis sama dengan sang Kumbang memperbudak sesama semut. Sejarah pun berulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari &lt;a href="http://endangar.wordpress.com/" onmousedown="'return" target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://endangar.wordpress.&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-8623023171357552461?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/8623023171357552461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sejarah-berulang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8623023171357552461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/8623023171357552461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sejarah-berulang.html' title='Sejarah Berulang'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-6842416246428948133</id><published>2009-05-22T05:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T05:16:10.556-07:00</updated><title type='text'>Kontes Jagung</title><content type='html'>Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia dibalik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petani itu mengaku ia sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di sekitar perkebunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu.&lt;br /&gt;“Bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan&lt;br /&gt;menebarkannya dari satu ladang ke ladang yang lain.&lt;br /&gt;Bila tanaman jagung tetangga saya buruk, maka serbuk sari yang ditebarkan&lt;br /&gt;ke ladang saya juga buruk.&lt;br /&gt;Ini tentu menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan&lt;br /&gt;hasil jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan&lt;br /&gt;jagung yang baik pula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan hidup kita.&lt;br /&gt;Mereka yang ingin meraih keberhasilan harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang disentuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, marilah memberi!!! Memberi adalah hal terdahsyat dalam hidup ini!!! Rasakanlah kelimpahan yang liat biasa sebagai dampak dari aktvitas memberi! Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagas Ardyantoro Karyadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-6842416246428948133?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/6842416246428948133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kontes-jagung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6842416246428948133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6842416246428948133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/kontes-jagung.html' title='Kontes Jagung'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-5639222304945245514</id><published>2009-05-22T05:13:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T05:14:36.630-07:00</updated><title type='text'>Berhentilah Jadi Gelas</title><content type='html'>&lt;h2 class="subject"&gt;Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di&lt;br /&gt;dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?" sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk&lt;br /&gt;tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya," jawab sang&lt;br /&gt;murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. "Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.&lt;br /&gt;Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu." Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata&lt;br /&gt;Sang Guru. "Setelah itu coba kau minum airnya sedikit." Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana rasanya?" tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih&lt;br /&gt;meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang kau ikut aku." Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau." Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, coba kau minum air danau itu," kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin&lt;br /&gt;dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, "Bagaimana rasanya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan&lt;br /&gt;punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber&lt;br /&gt;air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak," kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. "Segala masalah&lt;br /&gt;dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang&lt;br /&gt;dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang&lt;br /&gt;bebas dari penderitaan dan masalah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi Nak, rasa 'asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu' (hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau." (From: Suluk - Blogsome)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayalah, masalah yang kita hadapi tidak akan pernah melampaui kekuatan kita. Tuhan optimis kita bisa menghadapi masalah tersebut. Dengan demikian, Dia mengizinkan terjadinya masalah tersebut. Mari hadapi segala permasalahan kita dengan hati yang seluas danau, bahkan kalau perlu seluas samudera. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;With love,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagas Ardyantoro Karyadi&lt;/h2&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-5639222304945245514?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/5639222304945245514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/berhentilah-jadi-gelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5639222304945245514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/5639222304945245514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/berhentilah-jadi-gelas.html' title='Berhentilah Jadi Gelas'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-9120937579372227741</id><published>2009-05-22T05:11:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T05:13:02.307-07:00</updated><title type='text'>Bejana Retak</title><content type='html'>Ada seorang pembawa air yang ditugaskan mengangkut air dari sungai ke rumah majikannya setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembawa air itu memiliki 2 buah bejana untuk mengangkut air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bejana yang satu retak, sehingga air yang dibawa akan selalu tercecer sepanjang jalan sehingga menjadi tinggal separuhnya setelah sampai di rumah majikannya. Namun sang pembawa air tidak pernah mengeluh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari bejana retak berkata padanya"Aku minta maaf padamu.. aku sungguh menyulitkanmu, air yang kau bawa selalu tercecer hingga tinggal separuhnya. Karena aku lah kuantitas air yang kau bawa tidak sebanding dengan tenaga yang kau keluarkan. Aku sungguh bejana yang tak berguna.Maafkan aku..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pembawa air itu pun menjawab, "Hei bejana retak, Kau tak perlu merasa bersalah seperti itu.. Lihatlah bunga-bunga yang cantik di sepanjang jalan itu, kau pikir siapa yang menyiraminya? Air yang tercecer darimu lah yang membuat bunga-bunga cantik itu dapat tumbuh subur, dan bunga-bunga cantik itu diletakkan untuk menghiasi meja majikanku."&lt;br /&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;div class="text"&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;--------------------------&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;----------&lt;br /&gt;(-) Dibalik kekurangan anda Tuhan mau memakai anda untuk suatu hal yang lain.&lt;br /&gt;(-) Mengucaplah syukur atas apa yang ada pada diri anda dan jangan sekali-kali merasa tidak bisa apa-apa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-9120937579372227741?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/9120937579372227741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/bejana-retak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/9120937579372227741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/9120937579372227741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/bejana-retak.html' title='Bejana Retak'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-247611413298143113</id><published>2009-05-22T05:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T05:06:10.756-07:00</updated><title type='text'>IMPIAN</title><content type='html'>Wujudkan segala IMPIAN dan HARAPAN kita, walaupun harus menempuh SERATUS jalan dan menggunakan SERIBU cara, dan PASTIKAN bahwa IMPIAN dan HARAPAN itu nilainya SEJUTA kali lebih HEBAT dari usaha kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-247611413298143113?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/247611413298143113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/247611413298143113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/247611413298143113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/impian.html' title='IMPIAN'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-7269955150256547533</id><published>2009-05-22T04:37:00.001-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>Lowongan Surga bagi Pemakmur Masjid</title><content type='html'>Allah berfirman,&lt;br /&gt;[1] "Sesungguhnya rumah-rumahKu di bumi adalah masjid-masjid dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya"&lt;br /&gt;(HQR Abu Na'im dari Sa'id al-Khudri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] "Demi kemuliaan dan keagunganKu, sesungguhnya Aku bermaksud menurunkan siksaan kepada penduduk bumi. Tetapi ketika Aku lihat penghuninya sedang memakmurkan rumahKu (masjid), saling mengasihi sesamanya karena Aku, selalu melakukan istighfar di waktu sahur, Aku palingkan siksaan itu dari mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA BERHUTANG PADA TAKMIR MASJID&lt;br /&gt;Takmir bukan sekedar mereka yang secara administratif menjadi pengurus masjid, tetapi juga anak-anak muda yang menghidupkan masjid dengan kegiatan TPA, Kajian Islam, Pelatihan Khutbah, hingga sekedar membersihkan masjid. Mereka inilah yang menghalangi azab Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HINDARILAH FANATISME&lt;br /&gt;Oleh karena itu, warga Muhammadiyah perlu menjadi pelopor pegiat masjid. Dan apabila tidak mampu, janganlah masjid dibiarkan kosong melompong. Ikhlaskanlah apabila ada saudara lain yang mampu untuk memakmurkannya. Jangan sampai muncul rasa fanatisme (ashobiyah) yang menghalangi Muslim dari kelompok lain untuk memanfaatkan masjid Muhammadiyah dalam kegiatan dakwah Islam, terutama bila kita sendiri tidak mampu lebih baik dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARI KITA PUSATKAN KEGIATAN UMMAT DI MASJID&lt;br /&gt;1) Pindahkan kegiatan (bila dianggap pantas) seperti kajian ranting, acara pernikahan, rapat ortom, dan lain-lain, ke masjid&lt;br /&gt;2) Jadikan masjid sebagai pusat informasi, perpustakaan, dsb.&lt;br /&gt;3) Ajaklah keluarga untuk ikut mencintai masjid dengan merawat dan menghidupkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fastabiqul Khoirot!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-7269955150256547533?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/7269955150256547533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/lowongan-surga-bagi-pemakmur-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7269955150256547533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/7269955150256547533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/lowongan-surga-bagi-pemakmur-masjid.html' title='Lowongan Surga bagi Pemakmur Masjid'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-2971263082687952640</id><published>2009-05-22T04:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T04:37:01.512-07:00</updated><title type='text'>Story of LUDWIG VAN BEETHOVEN</title><content type='html'>Raja di raja pencipta musik Ludwig van Beethoven keluar jadi jabang bayi tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Semasa kanak-kanak sudah tampak jelas bakat musiknya yang luar biasa dan buku musik ciptaannya muncul pertama kali tahun 1783. Di usia remaja dia berkunjung ke Wina dan diperkenalkan kepada Mozart tetapi perjumpaan keduanya berlangsung singkat. Tahun 1792 Beethoven kembali ke Wina dan sebentar dia belajar musik dengan Haydn yang kala itu pencipta musik Wina kesohor (Mozart mati setahun sebelumnya). Beethoven menetap di Wina, Mekkahnya musik waktu itu, selama sisa hidupnya. Rasa musik Beethoven yang tinggi selaku pemain piano mengesankan tiap pendengamya dan dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Segera dia menjadi pencipta musik yang produktif juga. Karyanya dapat sambutan baik. Sejak umur pertengahan dua puluhan ke atas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musiknya tanpa kesulitan apa pun.&lt;br /&gt;Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak. Tak pelak lagi gejala ini amat merisaukan si komponis muda. Tuli buat seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Suatu ketika timbul keinginannya mau bunuh diri saja.&lt;br /&gt;Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya menghebat, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat. Ketunarunguannya ini membuat orang punya kesan tidak yakin bahwa Beethoven memang betul-betul anti manusia, anti masyarakat, benci bergaul. Dia terlibat dengan percintaan yang kerap dengan gadis-gadis muda tetapi tampaknya semua hubungan ini berakhir tak bahagia dan tak pernah beristeri.&lt;br /&gt;Karya musik Beethoven sendiri menggila produktifnya. Tahun-tahun terus berjalan namun perhatian yang diterimanya makin lama makin susut yang mestinya populer buat seorang komponis seperti dia di jaman itu. Tetapi, kesuksesannya menanjak terus.&lt;br /&gt;Pada usia empat puluhan Beethoven menjadi seratus persen pekak. Akibatnya, dia tak pernah lagi tampil di muka umum dan semakin menjauhi masyarakat. Hasil karyanya semakin sedikit dan semakin sulit di fahami. Sejak itu dia mencipta terutama buat dirinya sendiri dan beberapa pendengar yang punya ideal masa depan. Dia pernah bilang kepada seorang kritikus musik, "Ciptaanku ini bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu."&lt;br /&gt;Ini merupakan ironi yang kejam dari sebuah nasib bahwa seorang komponis paling berbakat sepanjang jaman harus tertimpa musibah ketulian semacam itu. Kalau saja Beethoven dengan kekuatan tekad non-manusiawi -- dalam ketuliannya itu-- terus tetap menjaga mutu komposisi musiknya, ini akan merupakan hal yang memukau dan brilian. Tetapi, kenyataan lebih mengherankan lagi ketimbang yang dibayangkan dalam masa tahun-tahun ketulian totalnya, Beethoven melakukan ciptaan tidak sekedar setarap dengan apa yang dihasilkan sebelumnya, melainkan umumnya dianggap merupakan hasil karya terbesarnya. Dia meninggal di Wina tahun 1827 pada usia lima puluh tujuh tahun.&lt;br /&gt;Karya Beethoven yang banyak itu termasuk 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya. Karyanya merupakan kombinasi luar biasa dari kedalaman perasaan dengan kesempurnaan tata rencana. Beethoven memperagakan bahwa musik instrumental tak bisa lagi dianggap cuma punya nilai seni nomor dua. Ini dibuktikan dari komposisi yang disusunnya yang telah mengangkat musik instrumental itu ke tingkat nilai seni yang amat tinggi.&lt;br /&gt;Naskah asli Ludwig van Beethoven.&lt;br /&gt;Beethoven benar-benar seorang pencipta orisinal yang jempolan dan banyak perubahan-perubahan yang dilakukan dan diperkenalkannya mempunyai pengaruh yang abadi. Dia memperluas ukuran sebuah orkestra. Dia menambah panjangnya simfoni dan memperluas daya jangkaunya. Dengan mendemonstrasikan kemungkinan yang hampir tak terbatas yang bisa dihasilkan oleh piano, dia membantu menjadikan piano itu instrumen musik yang paling terkemuka. Beethoven membuka babak transisi dari musik klasik ke musik bergaya romantik dan karyanya merupakan sumber ilham untuk gaya romantik.&lt;br /&gt;Dia menanamkan daya pengaruh yang menghunjam pada diri komponis-komponis yang muncul belakangan, termasuk tokoh-tokoh yang memiliki gaya berbeda seperti Brahms, Wagner, Schubert dan Tchaikovsky. Dia juga merintis jalan buat Berlioz, Gustav Mahler, Richard Strauss dan banyak lagi lainnya.&lt;br /&gt;Nyata benar, Beethoven mesti ditempatkan di atas musikus mana pun dalam daftar urutan buku ini. Meski Johann Sebastian Bach nyaris punya keistimewaan setara, karya Beethoven lebih luas dan lebih sering didengar ketimbang ciptaan Bach. Lebih dari itu, sejumlah penyempurnaan yang dilakukan Beethoven lebih punya pengaruh mendalam terhadap perkembangan musik selanjutnya ketimbang hasil karya Bach.&lt;br /&gt;Secara umum, ide etik dan politik lebih gampang dijabarkan dengan kata-kata daripada musik dan kesusasteraan. Punya ruang lingkup pengaruh yang lebih luas dari pada musik. Atas dasar pertimbangan inilah Beethoven --meski tokoh jempolan dalam sejarah musik-- ditempatkan dalam urutan lebih rendah ketimbang Shakespeare. Dalam hal membandingkan antara Beethoven dan Michelangelo, saya amat terpengaruh dengan kenyataan bahwa umumnya orang lebih banyak gunakan waktu mendengarkan musik daripada memandang lukisan atau patung pahatan, dan atas dasar alasan ini pula saya pikir komponis-komponis musik umumnya lebih berpengaruh dibanding pelukis atau pemahat yang kemasyhurannya dalam lapangan masing-masing setara. Walhasil, tampaknya cukup layak menempatkan Beethoven pada urutan antara Shakespeare dan Michelangelo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh : &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1583029609"&gt;Kawendra Lukistian &lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-2971263082687952640?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/2971263082687952640/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/story-of-ludwig-van-beethoven.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2971263082687952640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2971263082687952640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/story-of-ludwig-van-beethoven.html' title='Story of LUDWIG VAN BEETHOVEN'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-2336539873256661696</id><published>2009-05-22T04:30:00.000-07:00</published><updated>2009-05-30T11:52:13.727-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ISLAM'/><title type='text'>WANTED : Akhwat Sejati Dalam Dakwah</title><content type='html'>DALAM buku Ummatuna Baina Qarnain, DR Yusuf Al-Qaradhawi menyebutkan sejumlah kegagalan kaum muslimin sepanjang abaci 20. Salah satunya adalah kegagalan dalam masalah perempuan. Kegagalan kaum muslimin pada masalah ini cukup berat. Kita terjebak pada dua sikap ekstrim;&lt;br /&gt;berlebihan dan ceroboh atau antara dua kejahiliahan. Kita melihat sebagian kaum muslimin mengekang kaum hawa. Mereka dilarang mengendarai kendaraan atau bekerja di luar rumah. Mereka juga memasung hak-hak politik perempuan. Bahkan ada di suatu negeri, Kaum perempuan tidak&lt;br /&gt;memiliki hak pilih dalam PEMILU. Apalagi mencalonkan diri sebagai anggota parlemen. Anehnya, pemasungan hak perempuan ini dilakukan atas nama Islam dan hukum syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain realitas ekstrim berbeda muncul ke permukaan yakni pembebasan perempuan yang berlebihan dari kaum liberalis muslim. Mereka sangat bersemangat meniru budaya Barat dan mengikuti filsafat liberalisme mereka tanpa seleksi. Kemanapun barat melangkah mereka mengikutinya sampai 'lubang biawak' sekalipun. Kita melihat dan menjadi saksi bagai-mana mereka kini berkembang pesat dalam berbagai hal. Cara berfikir, berperilaku, mode pakaian, kosmetik, hubungan lawan jenis, pcrtunangan dan perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara nyata kini, di negeri kita Indonesia saja, mereka menampakkan pembe-rontakan lerhadap lembaga suci per-kawinan dan hukum-hukum Islam. Mereka berjuang lewat Counter Legal Draft—Kompilasi Hukum Islam (CLD KHl). Perkawinan yang berasaskan ibadah diubah menjadi sekedar ikatan kontrak sosial. Kaum laki-laki juga dituntut memiliki masa 'iddah, usia pernikahan dibatasi di atas 21 tahun, para wali nikah menjadi tidak wajib keberadaannya, wanita boleh menjadi menikah sendiri tanpa wali, poligami diharamkan tapi nikah mut'ah dihalalkan, nikah beda agama diperbolehkan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah akhwat mujahidah berdiri. Di dua jalan berliku yang tajam. Di sini pula kemudian akhwat mujahidah harus menajamkan pandangan atas permasalahan ummat Islam. Masalah yang sangat krusial dan multidimensi. Dakwah dalam pandangan para akhwat harus jauh menembus batas tembok tembok rumah mungil yang asri. Dimana setiap hari, para akhwat menjadi ratunya, menyambut kedatangan suami dengan senyum lalu menikmati teh sepanjang sore. Pandangan akan tantangan ruang besar dakwah juga harus menembus batas-batas kekinian. Para akhwat tidak boleh merasa puas dengan keadaan rumah yang nampak aman. Ia harus jauh memikirkan bagaimana kehidupan anak-anaknya kelak. Ia harus menjamin keselamatan akhlak dan kondisi masyarakat saat anaknya tumbuh dewasa. Seorang aktivis pernah ditanya, mengapa ia begitu semangat menyela-matkan anak-anak jalanan. Aktivis itu menjawab, "Anak jalanan ibarat bola salju kejahatan. Sepuluh tahun lagi mereka akan menjadi berandal dan penjahat. Saya takut anak-anak saya htdup di zaman seperti itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para akhwat harus jeli melihat kewajiban dan perannya yang multidimensi. Ia tidak boleh terjebak dalam satu sisi yang ditawarkan "ingin bebas" atau "ketergantungan". Akhwat harus mampu memandang permasalahan amanah dakwah tidak sebatas membina keluarga saja, tapi juga masyarakat secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Masalah Kesiapan Akhwat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dibutuhkan kesiapan para kahwat untuk menjalani peran mereka yang multidimensi. Ustadzah Nursa-nita Nasution, ME membcrikan&lt;br /&gt;gambaran seperti apa bentuk kesiapan yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kesiapan pribadi saat menghadapi gejolak kehidupan. Ini kesiapan yang paling sederhana, tapi mendasar. Bagaimana mungkin akhwat bisa disebut tangguh jika ia labil saat menghadapi gejolak diri. Apalagi jika kemudian jatuh ke dalam arus-arus negatif yang mem-bahayakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pastidihadirkan berbagai cobaan dan ujian. Tinggal cara menyikapi-nya. Para akhwat yang tangguh tentunya harus selalu menemukan formulasi penyelesaian dari setiap masalah. Saat ia gagal dalam menikah, tidak frustasi lalu menyalahkan murabbiyah dan jamaah. Lalu melakukan hal-hal yang kekanak-kanakan, "ana ingin menjalani proses ini sendiri tanpa ada tanganjamaah" misalnya. Begitu juga saat mengalami kesulitan keuangan, jangan kemudian ia kehilangan kendali dan kontrol diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para akhwat harus sadar bahwa mereka memiliki banyak tiang untuk berpegangan, banyak telinga untuk mendengar permasalahan dan banyak tangan yang akan menolong. Selama ia masih berpegangan pada ikatan kuat komunitas, maka sebenarnya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Tanpa kesiapan menghadapi gejolak diri mustahil para akhwat bisa menjalankan peran mereka yang multidimensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, siap dari segi pemikiran. Maksudnya, mengusahakan agar pendapatnya bisa diterima masyarakat. Bahkan tidak sekedar merespon tapi mempercayakan setiap masalah untuk dipe-cahkan oleh kader dakwah. Sebagaimana firman Allah, "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidakperkara yang mereka perse-lisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan dan menerima dengan sepenuhnya." (Qs: An-Nissa: 65). Jika ini sudah terwujud maka kesiapan ini mendukung terlaksananya peran akhwat di masyarakat yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Karakter Utama Akhwat Sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diperlukan sosok akhwat yang mampu menanggung beban berat peran dakwah. Dimana sejumlah karakter yang diidamkan dakwah terwujud dalam diri para akhwat mujahidah. Karakter tersebut antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &gt;&gt;Kepribadian yang kuat;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi yang kuat tak lain adalah wujud dari tertanamnya nilai-nilai Syakhsiyah Islamiyah yang dalam. Sebab wujud keimanan dan ketaqwaan selalu menghasilkan kepribadian manusia yang utuh. Sempurna antara ucapan dengan per-buatan. Seseorang yang memiliki pribadi yang kuat pasti akan menjadi keteladanan bagi orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &gt;&gt;Keberanian dan keper-cayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah utama dari keimanan adalah keberanian dan kepercayaan diri penuh. Seorang akhwat yang memiliki sifat ini tidak akan gentar dan takut menghadapi berbagai kritik dan cempoh yang menimpa. Apalagi saat pilihan itu sudah tepat menurut Islam. Ia senantiasa kokoh tanpa ragu kala harus membuat keputusan-keputusan pentmg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Berfikir rasional dan sistematik, memiliki kemam-puan intelektual dalam mengkritik, mengevaluasi, membangun, menantang dan memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan ini terbangun umumnya jika terbiasa dalam iklim tandzim (organisasi) yang rapi. Seluruh kemampuan diri dalam segi aqliyah terbentuk seiring perkembangan dan pengalaman yang ia raih bersama gerakan dakwah. Ia paham benar mana prioritas, mana asesoris. Yang mana esensi, yang mana bung-kus. Ia memahami konsep gerakan dakwah secara komprehensif bukan juz'iyah. Pada saat harus mengkritik, ia sampaikan mana yang mem¬bangun dan membuang yang kontraproduktif.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;   &gt;&gt;Kemandirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah kemudian wujud utuh ketang-guhan seorang akhwat sejati diuji. Sebab kemandirian adalah tujuan pembinaan diri. Mura¬bbi, mentor, pembina, guru tidak lain adalah stimulus dan pemberi inspirasi atas setiap gerak dan ucap saat ia sendiri. Kita harus paham bahawa diri kitalah yang paling bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Bukan orang lain. Jadi, kemandirian harus menjadi karakter yang terbangun dalam diri kader dakwah. Tidak ada pilihan untuk menjadi cengeng! Wallahu a'lam.[byk]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Maaf panjang lagi... tapi butuh untuk dakwah.. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===========Al-Izzah Edisi 10/Th.4/Nov 2004 M==========&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download ebook - ebook bertemakan akhwat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;~Wanita dalam Al-Qur'an - Hasan Al Banna : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4835261/wanitadalamalquran.pdf.html" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.ziddu.com/downl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;oad/4835261/wanitadalamalq&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;uran.pdf.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;~Risalah Untuk Ukhti Muslimah - Sayid Qutb : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4835324/RisalahUntukUkhtiMuslimah_SayidQuthb.pdf.html" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.ziddu.com/downl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;oad/4835324/RisalahUntukUk&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;htiMuslimah_SayidQuthb.pdf&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;~Risalah Untuk Wanita Mukminah - Ramadhan AlButy : &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/4835373/RisalahUntukWanitaMukminah_RamadhanAlButhy.pdf.html" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://www.ziddu.com/downl&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;oad/4835373/RisalahUntukWa&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;nitaMukminah_RamadhanAlBut&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;hy.pdf.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download ebook dahsyat lainnya di : &lt;a href="http://yahdisiradj.blogspot.com/2009/05/free-ebook-islami-e-book-islami-gratis.html" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this)," target="_blank" rel="nofollow"&gt;&lt;span&gt;http://yahdisiradj.blogspo&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;t.com/2009/05/free-ebook-i&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;slami-e-book-islami-gratis&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-2336539873256661696?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/2336539873256661696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/wanted-akhwat-sejati-dalam-dakwah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2336539873256661696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/2336539873256661696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/wanted-akhwat-sejati-dalam-dakwah.html' title='WANTED : Akhwat Sejati Dalam Dakwah'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-6467328450271999497</id><published>2009-05-22T04:21:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T04:23:54.940-07:00</updated><title type='text'>Undangan Diskusi Publik Peraturan Pemerintah tentang BANTUAN HUKUM</title><content type='html'>&lt;div class="column body" id="scroll_here"&gt;&lt;div class="text"&gt;No : /SK/LBH/V/2009&lt;br /&gt;Hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Undangan Diskusi Publik Peraturan Pemerintah tentang BANTUAN HUKUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Yth.&lt;br /&gt;Rekan-Rekan Jaringan Kerja LBH Jakarta&lt;br /&gt;Di Tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008 tentang Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma masih dirasa belum cukup untuk menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan kewajiban konstitusional negara untuk memberikan bantuan hukum yang meluas. Advokat dibebani oleh negara untuk melakukan pemberian bantuan hukum secara Cuma-Cuma, namun tidak diatur keterlibatan peran negara dalam pelaksaannya. Peraturan Pemerintah yang menjadi aturan teknis pelaksanaan pasal 22 Undang-Undang advokat belum menjamin pemenuhan bantuan hukum sebagai hak konstitusional. Seolah-olah kewajiban negara untuk memberikan bantuan hukum terhadap para pencari keadilan yang secara ekonomis tidak mampu, direduksi oleh Peraturan Pemerintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perlu analisa lebih lanjut dari berbagai stake holder untuk menjawab kebutuhan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pelaksanaan pemberian bantuan hukum sebagai hak konstitusional, yang lebih tinggi hierarkinya dari sekedar Peraturan Pemerintah. Sebagai bagian dari upaya mendorong pelaksanaan kewajiban negara untuk memenuhi hak konstitusional warga negara dalam mendapatkan bantuan hukum, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berencana mengadakan diskusi publik untuk mengupas lebih jauh tentang bantuan hukum dari berbagai perspektif. Acara tersebut akan dilaksanakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : Selasa, 26 Mei 2009&lt;br /&gt;Pukul : 13.00 – 16.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Lantai 1 Gedung LBH Jakarta&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Agenda :&lt;br /&gt;1. Diskusi Publik dengan Tema&lt;br /&gt;“Optimalisasi Bantuan Hukum sebagai Hak Konstitusional”&lt;br /&gt;2. Sosialisasi Pusat Dokumentasi Bantuan Hukum (PDBH) LBH Jakarta&lt;br /&gt;Pembicara :&lt;br /&gt;1. Jaap Timer (Universitas Leiden)&lt;br /&gt;2. Harry Ponto S.H. LL.M. (Sekretaris Jenderal Peradi)&lt;br /&gt;3. Asfinawati S.H. (Direktur LBH Jakarta)&lt;br /&gt;4. Diani Sadiawati, S.H., L.LM (Direktur Hukum dan HAM Bappenas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mengundang dan mengharapkan kesediaan bapak/ibu untuk menghadiri diskusi tersebut. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 17 Mei 2009&lt;br /&gt;Hormat kami,&lt;br /&gt;LEMBAGA BANTUAN HUKUM JAKARTA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurkholis Hidayat S.H.&lt;br /&gt;Pengacara Publik LBH Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact Person :&lt;br /&gt;1. Nurkholis Hidayat (085883699373)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOR DISKUSI PUBLIK&lt;br /&gt;“Optimalisasi Bantuan Hukum Sebagai Hak Konstitusional”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amandemen Undang-Undang Dasar membawa semangat untuk menjamin penghormatan, perlindungan serta penegakan Hak Asasi Manusia. Hak Asasi Manusia kemudian mendapat landasan hukum yang kuat dan menjadi Hak Konstitusional yang pemenuhannya menjadi kewajiban negara. Hak Konstitusional tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan, baik sipil, politik, ekonomi, sosial maupun budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Konstitusional warganegara dalam bidang hukum antara lain meliputi, hak kesamaan di hadapan hukum (equality before the law), dan, hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil, serta hak atas perlakuan yang sama dihadapan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam kenyataanya persamaan di hadapan hukum dan perlindungan hukum tidak dengan mudah dapat terwujud. Perbedaan kemampuan, baik secara ekonomis maupun secara intelektual, menyebabkan sulitnya para pencari keadilan dalam mengakses keadilan (acces to justice). Diskriminasi sering terjadi terhadap masyarakat marginal, mulai dari pembuatan aturan hukum, pelaksanaan, sampai dengan penegakan hukum. Oleh karena itu, demi terwujudnya persamaan dan perlakuan di hadapan hukum, bantuan hukum mutlak diperlukan. Bantuan hukum bukan hanya prasyarat untuk memenuhi Hak Konstitusional warganegara, tetapi juga merupakan salah satu Hak Konstitusional warganegara yang harus dijamin pemenuhannya oleh negara. Disinilah titik penting pemenuhan bantuan hukum oleh negara, serta peran advokat sebagai individu yang berprofes memberikan jasa hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam usaha mewujudkan prinsip-prinsip negara hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, peran dan fungsi Advokat sebagai profesi yang bebas, mandiri, dan bertanggung jawab merupakan hal yang penting, di samping instansi penegak hukum seperti hakim, penuntut umum, dan penyidik. Pasal 22 ayat (1) Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat menegaskan bahwa Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu. Pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma oleh Advokat bukan merupakan belas kasihan, tetapi lebih kepada penghargaan terhadap hak asasi manusia dalam mewujudkan keadilan dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008 tentang Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma memberikan nafas baru dalam perlindungan terhadap penegakan hak-hak tersangka dan terdakwa. Negara, dalam hal ini adalah pemerintah, memberikan kewajiban kepada setiap advokat untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para pencari keadilan yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun munculnya Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008 tentang Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma masih dirasa belum cukup untuk menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan kewajiban konstitusional negara untuk memberikan bantuan hukum yang meluas. Peraturan Pemerintah yang menjadi aturan teknis pelaksanaan pasal 22 Undang-Undang advokat belum menjamin pemenuhan bantuan hukum sebagai hak konstitusional. Seolah-olah kewajiban negara untuk memberikan bantuan hukum terhadap para pencari keadilan yang secara ekonomis tidak mampu, direduksi oleh Peraturan Pemerintah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila melihat secara etis, bantuan hukum secara cuma-cuma yang dilakukan oleh advokat adalah hanya sebatas kewajiban moral profesi. Pengaturan yang tepat terhadap kewajiban moral tersebut adalah pada tingkat kode etik profesi yang dibuat oleh organisasi profesi advokat, bukan diatur dalam Peraturan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik advokat maupun negara sama-sama mempunyai kewajiban untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para pencari keadilan yang tidak mampu. Pemberian bantuan hukum oleh advokat berdasarkan kewajiban moral, sedangkan pemberian bantuan hukum oleh negara adalah berdasarkan kewajiban konstitusional. Peraturan pemerintah yang bersifat teknis tidak mencakup kewajiban negara dalam memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada para pencari keadilan yang tidak mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat begitu penting serta luasnya cakupan bantuan hukum, maka perlu analisa lebih lanjut dari berbagai stake holder untuk menjawab kebutuhan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang pelaksanaan pemberian bantuan hukum sebagai hak konstitusional, yang lebih tinggi hierarkinya dari sekedar Peraturan Pemerintah. Undang-Undang tentang Bantuan Hukum menjadi tawaran untuk menjadi landasan hukum bagi pelaksanaan kewajiban negara dalam memenuhi hak warganegara atas bantuan hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hal yang terurai di atas, maka kami Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta berencana mengadakan diskusi publik dengan tema “Optimalisasi Bantuan Hukum sebagai Hak Konstitusional” untuk mengupas lebih jauh tentang bantuan hukum dari berbagai perspektif.&lt;br /&gt;Acara diskusi publik akan dilaksanakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : 26 Mei 2009&lt;br /&gt;Pukul : 13.00-1600 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Lantai 1 Gedung LBH Jakarta&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro No. 74, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Tema : “Optimalisasi Bantuan Hukum sebagai Hak Konstitusional”&lt;br /&gt;Pembicara :&lt;br /&gt;• Jaap Timmer (Universitas Leiden)&lt;br /&gt;• Harry Pontoh (sekjen Peradi)&lt;br /&gt;• Asfinawati (Direktur LBH Jakarta)&lt;br /&gt;• Diani (Bappenas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. untuk mengkritisi eksistensi PP bantuan Hukum terkait dengan promosi hak warga negara atas bantuan hukum sebagai hak konstitutional warga negara&lt;br /&gt;2. untuk memperkaya gagasan dan wacana mengenai hak atas bantuan hukum dan berbagai prakteknya disejumlah negara.&lt;br /&gt;3. untuk melihat perspective dari sejumlah stakeholder, khususnya pemerintah dan perhimpunan advokat mengenai hak atas bantuan hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI DISKUSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara Materi&lt;br /&gt;1 Jaap Timmer&lt;br /&gt;(Universitas Leiden) • Bantuan Hukum Sebagai Hak Konstitusional&lt;br /&gt;• Sejarah Bantuan Hukum&lt;br /&gt;• Bantuan Hukum Dalam Sistem Hukum Acara Pidana Belanda Dan Berbagai Negara&lt;br /&gt;• Bantuan Hukum Dalam Instrument Hukum Internasional&lt;br /&gt;• Potret bantuan hukum di beberapa negara&lt;br /&gt;• Pentingkah UU Bantuan Hukum&lt;br /&gt;2 Harry Ponto S.H. LL.M&lt;br /&gt;(Sekretaris Jenderal Peradi) • Pandangan advokat terhadap bantuan hokum&lt;br /&gt;• Kewajiban advokat untuk memberikan bantuan hukum secara cuma-Cuma&lt;br /&gt;• Praktek bantuan hukum di Indonesia&lt;br /&gt;• Implementasi Peraturan Pemerintah No. 83 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma&lt;br /&gt;• Mekanisme pemberian bantuan hukum di Peradi&lt;br /&gt;3 Asfinawati&lt;br /&gt;(Direktur LBH Jakarta) • Hak atas bantuan hukum sebagai hak konstitusional&lt;br /&gt;• Sejarah bantuan hukum di Indonesia&lt;br /&gt;• Praktek bantuan hukum di Indonesia, kelemahan dan kendalanya&lt;br /&gt;• Pentingnya Undang-Undang Bantuan Hukum&lt;br /&gt;4 Diani&lt;br /&gt;(Bappenas) • Program pemerintah di bidang hukum terkait bantuan hukum&lt;br /&gt;• Anggaran untuk bantuan hokum&lt;br /&gt;• Pentingkah UU Bantuan Hukum menurut pemerintah&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-6467328450271999497?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/6467328450271999497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/undangan-diskusi-publik-peraturan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6467328450271999497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/6467328450271999497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/undangan-diskusi-publik-peraturan.html' title='Undangan Diskusi Publik Peraturan Pemerintah tentang BANTUAN HUKUM'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5149377622960296099.post-1898931477912084796</id><published>2009-05-22T03:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T03:54:00.674-07:00</updated><title type='text'>Sedikit Info Obat Berbahaya</title><content type='html'>PHENYLPROPANOLAMINE obat influenza (decongestant) mulai 1 maret 2009 ditarik Badan Pengawasan Obat &amp;amp; Makanan USA (&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242989564_1"&gt;FDA&lt;/span&gt;) karena terbukti menyebabkan PENDARAHAN di OTAK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Obat2 di &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1242989564_2"&gt;Indonesia&lt;/span&gt; yang mengandung Phenyl propanolamine antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Decolgen                Contac 500                  Inza                  Neozep Forte&lt;br /&gt; Decolsin                 Cosyr                          Komix               Nodrof&lt;br /&gt; Sinutab                   Flucyl                         Mixaflu              Paratusin&lt;br /&gt; Allerin                     Fludane                      Mixagrip             Procold&lt;br /&gt; Bodrexin                 Flugesic                      Nalgestan          Rhinotussal&lt;br /&gt; Sanaflu                   Siladex                       Stopcold            Triaminic drops&lt;br /&gt; Tusalgin                  dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana pemerintah kita? berani tidak menindak?&lt;br /&gt; Seperti kasus makanan impor makanan dan minuman yang mengandung bahan melamin dan bahan beracun serta bahan berbahaya lainnya, yang bisa mengakibatkan gagal ginjal, penumpukan racun dalam tubuh dsb&lt;br /&gt; Ternyata impor masih terus berlanjut.&lt;br /&gt; Pemerintah tidak berani menindak mereka yang impor makanan &amp;amp; minuman yang mengandung bahan beracun dan berbahaya itu.&lt;br /&gt; Yang dilakukan adalah sesekali merazia toko yang menjual makanan &amp;amp; minuman impor itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa memang bangsa ini mau dibuat sakit2an, asal para penguasa mendapat uang banyak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5149377622960296099-1898931477912084796?l=tagorihsan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tagorihsan.blogspot.com/feeds/1898931477912084796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sedikit-info-obat-berbahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1898931477912084796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5149377622960296099/posts/default/1898931477912084796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tagorihsan.blogspot.com/2009/05/sedikit-info-obat-berbahaya.html' title='Sedikit Info Obat Berbahaya'/><author><name>tagor_b_s</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05770504720716123068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_2BUSMJLJSTg/ShehVSgtc5I/AAAAAAAAAAM/m0menJOZo0o/S220/S3020006.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
